#footer-column-divide {clear:both;}.footer-column {padding: 10px;}

Jumat, 30 Desember 2016

APAKAH KAMU ORANG YANG SAYA BENCI ?


Dalam hidup ini kita pasti punya sesuatu yang di sukai, atau malah dibenci. Tiap-tiap orang punya selera yang berbeda. Setelah dipendam selama jutaan tahun saya akan menulis apa saja yang tidak saya sukai disekitar saya. Jangan marah kalau anda ada didalam hal-hal yang tidak saya sukai. Siapa suruh baca.
Pada awalnya saya akan membahas hal-hal yang tidak disukai, dan juga hal-hal yang disukai. Tapi saya berfikir hanya focus ke hal-hal yang tidak saya sukai di sekitar saya. Minimal orangnya akan sadar kalau dia masuk dalam daftar orang yang tidak saya sukai. Entah itu perbuatannya, sifatnya atau mantannya.
Saya berharap ini akan membuat saya sedikit lebih bahagia dan mengurangi penderitaan juga dosa saya karena selalu (menggerutu) dalam hati. Saya juga sedikit khawatir dengan penyakit kejiwaan. Mungkin terdengar lebay dan berlebihan tapi saya merasa, saya punya lebih banyak hal-hal yang tidak disukai disekitar kita, dibandingkan orang-orang. Entah itu karena dia tidak mengutarakannya kepada saya atau memang dia gampang menerima  apa saja yang disekitar kita.
Demi kesehatan mata dan jari saya, kita langsung aja.

Saya benci orang yang suka foto pake camera action yang dikasih tongsis dan waktu foto dia liat hp, bukan kamera.

Saya benci orang yang tidak read bbm untuk mengakhiri chat dengan saya. Warna biru itu sangat mengganggu. Sering kali saya harus end chat atau menghapus chat untuk menghindari melihat warna biru itu (D bbm belum dibaca.)

Saya benci orang yang terlalu fanatic terhadap club sepak bola apapun. Bahkan di kontak bbm saya ada yang mengganti namanya menjadi salah satu club sepak bola.
NORAK!!. Maksud saya, silahkan anda fanatic sesuka anda, tapi jangan keliatan saya. Sepak bola itu (sebagian besar adalah judi dunia) sudah tidak ada sportifitas. Pengaturan skor sangat mungkin terjadi. Ketika uang berbicara, anda bisa apa? Yang anda tonton adalah drama. (ini pendapat pribadi.)

Saya benci orang yang suka ganti DP (display picture) di BBM terlalu sering dan fotonya itu-itu aja. Tiap kali ada yang ganti DP dengan foto yang sudah pernah di jadikan DP, hati saya selalu berkata (kan udah pernah di pake, gua sudah pernah liat kampret .)

Saya benci orang yang pake DP dari meme yang sudah sangat popular , kalau meme yang baru, saya masih bisa terima. Misalnya lagi musing AFF 2016, trus bermunculan meme soal pemain timnas kita. Its oke. Tapi kalau meme yang sudah sering dipake atau terlalu popular saya selalu ingin berkata kasar.

Saya benci orang- orang yang tidak bisa menerima perbedaan. Suatu hari saya bertemu teman dirumah sakit, beberapa menit ngobrol dan lewatlah perawat laki-laki menggunakan celana gantung di atas mata kaki. Lalu teman saya berkata dengan lembut
“kok gitu celananya ya.”
Lalu saya perhatikan perawat tersebut dengan seksama, lalu saya melihat jenggot yang tebal dengan jidat yang hitam. Saya berfikir perawat ini punya komitment yang sungguh-sungguh terhadap agama. Dan itu biasa menurut saya. Tapi bagaimana dengan teman saya.

Saya benci orang yang terlalu pamer pacar dimedia social.

Saya benci orang yang terlalu ribut dimedia social.
Saya benci orang yang mengaku sholeh atau sholehah ketika dapat rezeki padahal saya tau bagaimana sholatnya orang tersebut. Ketika mendapat kan rezeki seraya ia berkata.
“rezeki anak sholeh emang gak kemana.”
  
Saya benci 9 perbuatan di atas. Kwekekekeke. Kan tanggung bro kalau Cuma 9.

Terimakasih sudah membaca sampai habis.

Minggu, 13 November 2016

PATAH HATI MIKO

“Becanda lu mik,” teriak Alan dari balik wc.
“Iya lan, serius gue.” Jawab Miko datar. “gak tau deh setelah ini gimana?”
“Maksudnya gimana mik?” Tanya Alan di ikuti suara “PLUNG.”
“Dari awal gue pacaran sama Siska, gue belum pernah ngebayangin bakal putus dengan cara sesimple ini.” Di ikuti suara “PLUNG PLUNG.”
“Yaudeh Mik, ada gue, teman gue banyak kok yang jomblo….”
“hehe iya Lan, emang elu temen gue yang paling …..”
“Tapi cowok semua mik,” Alan cepat-cepat memotong perkataan gue.
“Kampret lu lan, berak air lu 3 tahun!!.”
Percakapan tadi berakhir dengan WC yang belum di siram. mereka berdua memutuskan untuk tidak bertanggung jawab atas noda-noda kuning yang berserakan. Entah bagaimana baunya.
Beberapa langkah setelah keluar dari WC terdengar suara “WAW, ADA TAI DIMANA-MANA!.” Alan dan Miko buru-buru menggali lubang di tanah untuk tempat persembunyian.
Percakapan mereka lanjutkan di kamar Miko, eh bukan kamar Alan. Maaf ternyata mereka memang sekamar. Oke lanjut.
“Elu kok tenang-tenang aja Lan,” miko menyandarkan tubuhnya di dinding seperti beruang madu yang lagi PMS.
“Tenang apaan Mik?” Tanya Aalan penasaran.
“Elu kan sudah lama putus sama si siapa tuh, Bella ya.” Miko menggaruk-garuk kepalanya…dengan kaki.
“Gue mah, kaga bisa move on dari Bella Mik.” Alan berjalan kearah gantungan baju dibalik pintu. Alan mengganti bajunya dengan kaos pembagian partai yang di dapatnya minggu lalu. 
“Tapi kok elu gak galau Mik?”
“Maksudnya, gue bukan gak bisa move on kaya kebanyakan orang yang sedih dan galau gitu. Gue sama Bella masih berkomunikasi dan sesekali jalan bareng Mik.”
“Loh kok bisa gitu, pasangan macam apa kalian?” Tanya miko kesal.
“Kami berdua sepakat hanya membeci perpisahannya Mik, bukan orangnya. Jadi kami baik-baik aja sampai sekarang. Jujur gue belum bisa buka hati untuk cewek lain Mik.” Alan melepaskan lagi kos partainya setelah sadar kaosnya terbalik.
“Kunaon maneh teh?  Masih sayang sama Bella?” Tanya Miko di ikuti suara teriakan “ADA TAI BERHAMBURAN DI WC!!”
“Bukan, gue lupa naroh kuncinya muehehe”
Hening …….
“Lan , gue gak yakin setelah putus gini apa gue masih bakal teguran sama Siska, tapi gue bakal coba cara elu deh.”
“ Cara yang mana Mik?.”
“Itu tadi, Cuma membenci perpisahannya, bukan orangnya.”
“Emang bisa ?” Tanya alan dengan nada mengejek.
“Ya di cobalah, kenapa emang? “
“Itu cuman bisa dilakukan orang-orang yang punya kemampuan boker sambil tengkurap hahaha.”
“GIGI LU PEANG!”
Alan dan Miko bersiap-siap pergi ke kampus. Miko menggati kaosnya dengan kemeja kotak-kotak warna biru, serta celana jins hitam. Alan tetap menggunakan kaos partainya untuk pergi kekampus, entah apa yang terjadi dengan otak Alan. Mungkin dosennya menjabat ketua partai.
Sesampainya di kampus Alan dna Miko memisahkan diri. Miko ingin pergi ke WC karena urusan perut yang belum kelar. Setelah selesai dengna urusan perutnya Miko kembali mengulangi perbuatannya untuk tidak menyiram WC setelah di nodai denan nista. Beberapa langkah setelah keluar dari pintu WC Miko bertemu dengan Siska. Mantan kemaren sore.
Mereka berdua sama-sama masih belum move on. Tapi mereka sama –sama tidak menunjukan kesedihan di wajah mereka. 
“Hei Sis,” Miko membuka percakapan. Dilanjutkan dengan senyum tipis.
“Hei juga Mik” Siska merapikan poninya yang mulai menutupi sebagian matanya. “Sehat?.”
“Belum move on,, eh masuksudnya lagi mules nih Sis.” Miko menggaruk bagian belakang kepalanya.
“emmm, Mik.”
“iya, kenapa ?”
“Elu gak marah sama gue ?” Tanya Siska sedikit malu. Di ikuti gerakan mengigit bibir bawah.
Sampai sekarang Siska masih merasa bersalah atas apa yang dilakukkannya ke Miko. Tapi Miko sudah membuktikan bahwa dia tidak akan membenci orangnya, tapi hanya membenci perpisahannya.
“Enggak dong.” Jawab Miko datar.
“Serius ?” Tanya Siska seolah tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.
“Elu memang patah hati terhebat gue, tapi gue gak bisa benci sama elu. Sampai kapan pun gue akan tetap sayang sama elu sis.”
Siska tersenyum, Miko tersenyum, dan semoga Pak Dahlan iskan tidak ikut-ikutan senyum lagi.
Move on level tertinggi adalah bisa ternyum dengan mantan, bahkan menyapa terlebih dulu saat bertemu. Bukan sembunyi atau menghindar saat melihat mantan ada di depan mata. Hargailah mantan kalian sama seperti teman-teman yang lain, kecuali dia pernah berak dengan posisi tengkurap.   

Selasa, 08 November 2016

Curhat Jessica alias jeje

Kamu tau apa yang lebih buruk dari hari buruk? Jawabannya adalah hari ini aku ketemu mantan yang sedang Cosplay jadi tiang infus. Atau mantan  yang berubah jadi breweok wak doyok. Terserah lah,  ku harap kamu percaya semua cerita ku.
Tapi harus nya kau tidak perlu percaya semuanya,, ada beberapa yg ku sembunyi kan. Termasuk sebuah kerinduan yang bisa jadi bom waktu, bom atom,  atau apasajalah. Pilih sendiri sesuai selera mu. Bikin pusing saja.
Aku Jessica, biasa di panggil ica alias jeje. Bahkan ada pula yang memanggil "eh kampret"  ketika aku menginjak kakinya  dengan sepatu bola milik atlet renang. Bambang pamungkas.  He he
Kadang aku berfikir untuk apa atlet renang punya sepatu bola, kadang aku juga tidak berfikir kalau lagi malas berfikir. Bahkan aku pernah menyerah seseorang untuk berfikir. Aku kaya, tapi malas.
Kamu harus tau,  aku lebih malas untuk ingat kamu.
Sejujur nya aku lebih suka di panggil jeje dari amat tompel. Dan aku bersyukur banyak yg memanggil jeje, itu biasa terjadi kalau aku mengancam untuk membuat bola matanya berada di hidung.
"kamu? " tanya gelas plastik. Tidak, itu bukan nama sungguhan. Dia mantan ku dari planet Mars.
" aku?.. Kenapa " jawab ku santai. Serius aku santai, cuma sedikit gemetar dan keringat dingin.
" jeje, kamu apa... Ka.. Kabar?"
Aku tersenyum, nampaknya dia juga cukup canggung.
"baik " jawab ku." kamu?. "
" aku??"
" Iya kamu, kabar kamu gimana? "
" mau nya? "
" hah? "
" kamu maunya kabar ku gimana? "
" aku sih... " aku berfikir sebentar." maunya gak ketemu kamu. "
Gelas plastik diam. Aku juga. Dahlan iskan juga.
Entah kenapa ada Dahlan iskan. Aku tak perduli.
" aku bercanda " jawab ku.
Aku tersenyum, ku harap suasana jadi sedikit hangat, gelas plastik juga senyum. Dahlan iskan juga senyum.
PAK, TOLONG JANGAN GANGGU KAMI.!!
" jujur aku masih sakit, aku lebih suka kalau tidak bertemu kamu, dan kamu tidak menanyakan kabar ku" jawab ku dengan tangan ku masukan ke kantong celana.
"maaf jeje, aku...... "
Entah kenapa dia tidak melanjutkan perkataannya, mungkin dia bingung, aku lebih bingung. Dahlan iskan bingung parah.
Entah kenapa pak Dahlan iskan suka ikut campur di Blog nya bayu.
" apapun yang terjadi, aku lebih baik sendiri dan tidak bertemu dengan mu lagi. " aku tau perkataan ku membuat nya sakit. Tapi dia lah yang mengajari ku seperti ini. Kamu tau rasanya di tinggalin saat sedang boker di sungai?  Begitu kira kira perasaan ku waktu itu. Untung lah pak Dahlan iskan memberi ku gabung untuk cebok.
Gelas plastik cuma tertunduk menyadari kesalahan nya. Aku pun ikut tertunduk. Pak Dahlan iskan juga......
Tidak, aku suka menyuruh pak Dahlan iskan pulang ke rumahnya atau ke ruang KPK. Ini kenapa jadi acara berita gini sih.
Aku Jessica, alias jeje alis ica. Semoga kita semua di selamat kan dari mantan yg suka pura pura jadi kabel charge Nokia ketika kita membutuhkan nya.

Sabtu, 29 Oktober 2016

CURHAT KARLA

Pagi ini bukan seperti pagi lainnya.

Walaupun matahari masih terbit, tapi aku
Masih belum bisa merasakan kehangatan nya.

Ku angkat kepada ku, ku sandarkan tubuh ini ke dinding kamar.
Ku buka kain yang membatasi sinar matahari masuk ke kamar ku.
"hai, Karla " teks itu terkirim setelah beberapa detik aku ketik.

" kenapa kenapa jov" balas Karla.
" hari ini, bisa bertemu? "
" tentu,  tempat biasa ya"
Aku tersenyum, akhirnya ada yg bisa mendengar kan curhat ku.
Dia Karla, cantik nyaris sempurna. Aku selalu kagum padanya.
Tidak, aku akan selalu berteman dengannya. Selalu. Doakan saja.

Aku perintah kan otak ini untuk mengirim perintah ke seluruh tubuh untuk mandi.
Aku selalu berharap mandi bisa menaikkan ke tampanan ku, walaupun hasilnya selalu mengecewakan. Hehe aku selalu bodoh.
Sesampainya di tempat tujuan, karla sudah duduk manis dengan kopi di genggamannya.
"hai karla, sori telat, tadi bingung mau pake muka yg mana hehe" aku ambil kursi, lalu duduk. Apa kamu pikir aku akan melempar kursi ini ke wajah karla ?  Lain kali akan ku lakukan. Hehe

"stok muka kamu pasti jelek semua ya jov? " karla tertawa sembari menutup gingsul nya.
" kok gitu sih kar? " tanya ku penasaran bercampur kesal.
" kalo kamu punya stok muka yg ganteng pasti kamu gak pake yg ini" karla menunjuk wajah ku. Lubang hidung sebelah kiri tepatnya.
"iya karla, lakukan apa yg kamu suka"

" tuh kan Jovi marah, aku traktir deh hari ini " karla mencabut bulu hidung ku, 17 helai.
Setelah itu kamu berdua diam, hampir 25 detik. Aku menundukkan pada pandangan.
" karla, aku mau curhat bisa kan? " tanya ku sedikit ragu.
Karla mengangguk, sepertinya dia memang tau maksud ku ingin bertemu hari ini.
" putus ya kamu jov,? " pertanyaan karla mengejutkan aku sampai bulu hidung ku rontok lagi.
" kok? "
"  tau lah,  apa sih yang gak aku tau dari kamu jov" karla merapikan rambut ku. Karla selalu memperlakukan aku seperti adik nya sendiri, padahal aku mengaguminya lebih dari seorang kakak perempuan.
"kar, memang nya kalau aku mengerebut pacar orang, apa pacar aku pasti di rebut orang lain juga ya? "
" ohhhhh gitu, jadi cewek yang kemarin kamu ambil dari siapa jov? "
" bukan ngambil kar,  aku cuma jadi versi yg lebih baik dari pacarnya waktu itu, tapi teman teman nya bilang aku ngerebut dia dari pacarnya. "
" mungkin mereka cuma tau dari sisi luar nya aja jov, aku percaya kalo kamu niat nya baik jov"
" makasih ya kar "
" trus? "
" trus apa kar? " tanya ku sedikit bingung.
" sekarang mau ngapain, mau dekatin pacar orang lain lagi? " karla tersenyum tipis.
Sampai disini aku sadar, aku memang tidak merebut dia dari pacarnya, tapi aku cuma salah karena datang di waktu yang tidak tepat. Harusnya aku datang di saat dia sudah sendiri.
" kalau dia memilih kamu, bukan berarti kamu lebih baik,  tapi dia aja yg gampang berpindah hati jov. "
Perkataan karla memukul hati ku dengan kuat. Aku baru sadar apa yang aku lakukan dulu itu salah.
Dengan bangga nya dulu pernah bilang" aku lebih baik dari pacarnya, buktinya dia memilih ku. "
" kar, makasih ya,  aku sekarang sudah sadar "
Karla menempel kan jempol nya dia depan hidungku. Dari jauh lebih mirip orang yang membantu temannya mengupil dengan bantuan jempol.
" trus? "
" trus apa kar? "
" masih mau kaya kemaren lagi? "
" kemaren gimana kar? "
" dekatin cewek orang lain lagi bego!! "
" ohhhhh enggak kar,  sudah kapok "
" trus? ""
"trus apa kar? "
" trus kamu mau ngapain bego! "
" aku mau dekatin yang jomblo aja kar "
" siapa? "
" belum tau sih hehe"
" bego"
" kamu dapat rekor nih kar "
"  apa? "
"  ngatain aku bego 3 kali dalam 15 detik"
" maaf jov,  hilaf " karla mengusap rambut ku, sesekali dia mencabut rambut ku sampai botak.
Kami diam sejenak, mungkin hampir 1 menit. Percaya pada ku,  aku menghitung nya.
" jov aku jomblo loh" tiba tiba karla memecah kesunyian. 
Jujur aku bingung, tapi matanya berbisik sesuatu, mata seolah berbicara "ayo pacarin aku."
Aku tersenyum,  aku tau maksudnya.
"karla, "
" apa "
" mau jadi pelabuhan untuk hati aku gak?"
Karla tersenyum, aku pun tersenyum, tukang parkir kesurupan.

Sabtu, 22 Oktober 2016

Mantan gebetan

Kehidupan harus tetap berlanjut, jam tidak pernah berhenti sedetikpun untuk menunggu mu berfikir. Hati dan fikiran harus terus bergerak dalam irama jantung. Semua logika hancur tak terjabarkan. Mendefinisikan sesuatu yang seharusnya bisa di jelaskan secara logika.
Jatuh cinta. Harusnya bukan menjadi hal sangat di benci oleh Alex, tapi masa lalu nya tidak bisa kompromi. Semua terjadi, dan tidak bisa di perbaiki.
Alex, atau biasa di sapa lexi oleh teman teman nya suka pinjam uang di akhir bulan, memang punya masalah yg lebih berat. Di tambah lagi kejadian tadi sore yang membuatnya kini cuma bisa terpaku duduk di depan  tv tanpa sadar tv nya belum di nyalakan.
Entah mengapa sore itu lexi ingin pergi sendirian ke indomared terdekat, rasa dinginnya hujan membuat perut nya terasa lebih lapar dari biasanya. Benar saja,  dia sudah menghabiskan uang 100 ribu untuk membeli jalanan yang entah mungkin akan di makanan semua.
Udara di dalam indomared terasa sama dengan di luar, ini pertama kalinya terjadi. Hujan lebat lebih dari 3 hari.
Lexi tidak ingin ber lama di dalam sini, dia  ingin segera menikmati mie ramen yg dia beli barusan.
Setelah keliling melihat isi jajanan di keranjang belanja, lexi berniat segera pergi ke kasir dan membayar nya.
Tapi semua itu dia urungkan, lexi kembali ke balik rak indomie, wajah nya persis berhadapan dengan mie goreng sate.
Lexi panik bukan main setelah melihat mantan gebetan nya masuk indomared.
Lexi sudah tidak berhubungan dengan mantan gebetan nya sekitar 2 bulan ini.
Sekali dua kali lexi mengintip dari balik rak, dan yg ketiga kalinya dia merasa bahwa mantan gebetan nya melihat dirinya di balik rak.
"celaka, bagaimana kalau dia tau aku disini" kata lexi panik.
Perut lexi suda terasa semakin lapar.
"kamu ngapain disini lex" tanya via.
Betul,  via adalah nama mantan gebetan lexi. Mereka berpisah karena via hanya ingin berteman dengan lexi, tidak lebih. Dan lexi ingin lebih dari itu.
"aku lagi belanja aja" jawab lagi sedikit panik.
"kamu sembunyi dari aku ya lex" tanya wanita cantik itu persis di depan rak mie kuah sambel ijo.
"enggak kok, aku lagi mau beli mie goreng sate "
" bohong, aku tau kamu gak suka sate, kita pernah dekat 8 bulan. Jangan bohong lex" via terlihat lebih marah.
Lexi masih terdiam, dia sadar usaha nya untuk berbohong sia sia. Via cukup cerdas tau kalau lexi berusaha menghindari via.
"sms ku juga gak pernah di balas lagi, aku kan masih mau berteman sama kamu Lex. "
Wajah lexi yang awalnya menunduk, perlahan mulai menaikkan dagu nya, dan menatap wajah via.
" jujur ya, aku gak mau ketemu kamu lagi. "
" aku salah apa lex" tanya via dengan nada tinggi.
"aku sudah lupa sama kamu, aku sudah tenang sekarang. Kamu jangan datang lagi ke hidup aku."
"kita kan bisa berteman seperti dulu lagi, waktu awal kita bertemu 10 bulan yg lalu. Bisa kan Lex? "
" bisa, kalau perasaan ku benar benar sudah hilang "
" Lex....... "
" sudah ya, aku mau pulang, aku sudah lupa sama kamu" lexi membalikan badannya. Kini posisi membelakangi via "anggap aja kita gak pernah kenal,aku harus move on dari kamu, secepatnya"
Lexi melihat via menetes kan air mata nya, terlihat jelas dari kaca.
Lexi bergegas keluar dari indomared dengan wajah sendu.
Beberapa saat kemudian terdengar suara "tangkap orang itu,  dia belum bayar!!!!"
Ternyata lexi lupa bayar.
Trimakasih indomared.

Selasa, 06 September 2016

Filosofi Pohon Tua


Suatu hari hiduplah pohon tua yang hidup sendirian. Dahulu kala ia memiliki banyak teman  yang selalu membuatnya tertawa dan selalu bahagia sampai akhirnya mereka hilang satu       persatu tanpa menyisakan apapun kecuali akar, akar yang melekat erat kedalam tanah.
Kini pohon tua itu tak lebih seperti selembar daun yang jatuh kelembah jurang yang gelap dan sunyi.
Pohon tua tersebut tidak pernah tahu kemana teman-temannya pergi. Pohon tua tersebut mulai merasa jenuh. Setiap hari ia hanya melihat akar akar tua yang sudah meninggalkannya, berharap akan ada pohon baru yang tumbuh dari akar-akar tua itu.
Pohon tua itu tidak tahan lagi hidup kesepian, hingga suatu hari pohon tua berharap ada manusia yang menebangnya sehingga ia bisa bertemu kembali  dengan teman-temannya.
Sampai suatu hari ada manusia yang berjalan-jalan disekitar pohon tua tersebut, pohon tua pun segera menyari maksud dan tujuan dari manusia itu, sudah pasti sebilah parang yang dibawa manusia tersebut untuk memotong suatu. Pohon tua pun sudah siap untuk ditebang, dan dijadikan kayu bakar atau apapun itu. Tidak lama kemudian manusia tersebut memilih pohon tua itu karena hanya tersisa pohon tua itu yang masih berdiri tegak.
“Lebih baik aku mati, tapi bermanfaat untuk manusia, dari pada aku hidup sebatang kara berselimut kesunyian”, kata pohon tua dengan segala rasa frustasi yang dirasakannya.
Setelah di potong dan hanya menyisakan akar, manusia mulai membawa potongan pohon tua itu kerumahnya yang sederhana. Disana pohon tua melihat banyak potongan kayu lain yang sudah lama di tebang
. “Astaga,, disini ternyata mereka selama ini”, pohon tua itu tersenyum riang melihat teman-temannya yang sudah lama tak jumpa.
Manusia terus membawanya ketempat yang sangat gelap, ruangan tersebut terasa panas, kotor, berdebu dan berisik. Di letakannya pohon tua tersebut diatas meja yang penuh debu, terasa begitu kasar permukaan dari meja itu.
“ya Tuhan, tempat apa ini, apa yang akan dilakukannya padaku ya Tuhan?” pohon tua mulai khawatir dengan apa yang akan terjadi setelah ini.
DERRR!!!,, lampu menyala tepat diatas pohon tua itu, lampu itu sangat menyilaukan-nya hingga pohon tua itu tidak bisa melihat apapun kecuali cahaya dari bola lampu.
Tiba-tiba datanglah seorang kakek dari balik cahaya lampu. Diputar putarnya pohon tua itu, pohon tua mulai merasa pusing dan mual.
“baiklah,, saatnya kita mulai”,  kakek itu berbisik lembut dan mulai menjauh dari pandangan pohon tua itu.
Pohon tua masih belum mengerti apa maksud dari perkataan kakek itu. Pohon tua itu  berusaha tetap tenang walaupun dalam hatinya dipenuhi segudang pertanyaan. Tapi pohon tua itu yakin pertanyaan-pertanyaan itu akan terjawab satu persatu, namun butuh waktu, waktu yang tidak pernah bisa ditebak.
Lamunan pohon tua tiba-tiba buyar ketika mendengat suara mesin gergaji dari kejauhan.
“Astaga ,, suara apa itu, apa yang akan terjadi pada ku?”, pohon tua tidak bisa berbohong dengan kekhawatirannya.
Kakek tua itu kembali menghampiri pohon tua itu dengan membawa sebuah pensil, lalu digoreskannya pensil itu diberbagai  permukaan pohon tua itu.
“Wahai kakek tua,, hentikan, aku sudah tidak tahan lagi”, pohon tua merasa geli dengan pensil yang digoreskannya keberbagai permukaan pohon tua itu.
“Tahanlah,, ini takkan lama”, kakek itu meyakinkan pohon tua.
Tak lama kemudian diambilnya mesin gergaji yang dari tadi sudah menyala dari balik cahaya lampu. Suara mesin gergaji itu semakin mendekat, suaranya menyeruak keseluruh pelosok ruangan.
Dipotonglah pohon tua itu mengikuti garis pensil yang sudah digambar oleh kakek tua itu, pohon tua pun meronta kesakitan. Berulang kali pohon tua itu memohon kepada kakek tua itu. Namum tak dihiraukannya. Pohon tua sudah tidak bisa teriak kesakitan lagi, suaranya sudah sayup menahan perih.
“Kamu akan terlihat cantik,, tunggulah waktunya”,seru kakek itu sambil tersenyum tipis.
“Masa bodoh dengan apa yang dikatakan kakek tua itu, membuatku cantik?. Aku hampir tidak bisa merasakan bagian tubuhku lagi”. Pohon tua itu nampak kesal dengan perlakuan kakek tua yang sangat kasar.
Kakek itu datang lagi, kali ini membawa aplas yang sangat kasar.
Pohon tua pun cukup menderita dengan amplas tersebut, tentunya sangat kasar dan menyakitkan. Selanjutnya kakek itu membawanya ke bak penampungan air untuk mencucinya. Dicelupkannya pohon tua itu kedalam bak  penampungan air. Lagi lagi pohon tua harus melewatkan pengalaman yang tidak menyenangkan.
Setelah mencuci bersih seluruh permukaan pohon tua itu, kakek tua itu menjemur dibawah terik mentari yang sangat panas. Pohon tua pun harus merasakan panasnya terik mentari disiang bolong.
Setelah dirasa cukup kering, kakek itu membawa pohon tua itu ke sebuah ruangan yang baunya sangat menyengat, benar,, pohon tua itu akan diberi warna. Aroma cat yang menyengat membuat pohon tua tersadar bahwa ia akan di warnai, pohon tua makin penasaran.
“Apa sebenarnya yang dilakukan kekek ini pada ku, kenapa aku harus di gergaji, di apmlas dan diberi warna?”.
Pohon tua makin tidak sabar untuk meliat seperti apa ia sekarang. Makin bagus kah, atau makin jelek kah?.
-----
Suatu hari pohon tua mendengar suara anak perempuan dari balik pintu, pohon tua diletakkan di dalam sebuah lemari kaca di ruangan yang sangat gelap. Dari kejauhan terdengar suara langkah kaki berjalan mendekat.
Kreeeeek!!,,
Suara pintu terbuka disusul cahaya dari luar yang terasa sangat menyilaukan bagi pohon tua yang sudah terlalu lama di dalam kegelapan. Wajar kalau cahaya itu terlalu silau.
“Ayah,, aku ingin biola ini, aku ingin memilikinya”, suara anak itu terdengar jelas dari balik lemari kaca.
Pohon tua pun semakin bingung karena anak perempuan itu terus menunjuk dirinya.
“Baiklah nak,, sebentar lagi kamu akan memilikinya”, balas ayahnya yang tak tega melihat anaknya sangat menginginkan biola itu. Ayahnya segera mengabulkan permintaan anak itu. Anak simata wayang, anak yang sejak awal tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu. Ibunya meninggal saat melahirkannya. Malang nasibnya.
Pohon tua itu segera dimasukkan kedalam kardus. Lagi-lagi ia harus merasakan gelap gulita. Tak beberapa lama kemudian kardus tersebut dibuka secara perlahan, anak perempuan itu terlihat sangat riang melihat pohon tua itu.
“Ayah, aku ingin segera memainkan biola ini”, seru anak itu sambil memegang pohon tua yang kini sudah menjadi biola yang sangat cantik.
Pohon tua segera menyadari apa yang telah terjadi padanya, dari pohon tua yang tidak berguna menjadi biola yang sangat cantik, sungguh tidak pernah terfikirkan sebelumnya.
Lima tahun telah berlalu, anak perempuan itu sudah menjadi pemain biola yang hebat dan banyak mendapatkan penghargaan. Pohon tua turut bahagia dengan pencapaian yang diperoleh anak perempuan itu. Pohon tua pun teringat apa yang sudah dilakukan kakek itu kepadanya, cukup sakit tapi bahagia pada akhirnya. Sebuah proses yang harus dilewati tiap orang, sebuah proses panjang dan sakit agar menjadi manusia yang lebih baik kedepannya.   
Banyak orang yang enggan untuk melewati proses tersebut, tidak banyak orang yang mau berjuang melewati kesakitan itu. Padahal, proses pembelajaran tidak lain dan tidak bukan hanya untuk mejadikan setiap orang menjadi lebih baik.
             

Rabu, 31 Agustus 2016

KUNCI PATAH HATI

Matanya tak lagi bisa bersinar, tangannya tak bisa lagi menggenggam erat. Bahkan untuk tersenyum beberapa detikpun ia tak mampu. Nafasnya tak beraturan, dadanya sesak penuh beban, fikirannya sudah terbang entah kemana. Sebuah perasaan yang tidak semua orang kuat menanggungnya.
Patah hati.
Bibirnya kelu, matanya sayup, keningnya mengalir keringat dingin. Pascal kini Cuma bisa menghibur diri dalam sedihnya. Kali ini mungkin adalah patah hati terhebat yang pernah dia rasakan. Patah hati yang seharusnya bisa dia persiapkann sebelumnya. Sesekali pascal mencoba mengheningkan cipta sejenak untuk membuat dirinya tebih tegar.
Tidak ada yang lebih buruk ketika kamu tau kapan kamu akan terluka. Terluka yang sudah ter-jadwal. Sakit yang sudah di rencanakan, dan pahit yang akan diterima pada akhirnya.
Kucing kesayangannya baru saja mati keracunan, bola basket kesayangannya juga baru hilang beberapa hari yang lalu. Itu adalah sekian dari banyak kejadian buruk yang baru saja menimpa pascal beberapa hari ini.
Buku-buku cinta yang ia baca tak cukup membuatnya kebal terhadap patah hati, buku yang ia baca Cuma bisa membuatnya gampang mendapatkan kekasih yang baru. Dan itu tidak cukup baik untuknya. Karena yang terberat bukan mendapatkan cinta seseorang , tapi melupakannya ketika kamu masih memiliki perasaan.
Sesampainya didepan wisna temapat ia menginap, pascal lupa menaruh kunci pagar wisma yang seharusnya bisa membuatnya masuk dan beristirahat dikamarnya yang berantakan. 2 menit berselang pascal masih belum menyerah untuk menemukan kuncinya di semua saku celana. Sesekali ia memerika dompet usangnya. Pascal terus berharap kalau kuncinya Cuma terselip diantara uang koinnya yang tidak terlalu banyak. Sambil memeriksa disemua bagian tubuhnya, pascal mencobab mengingat-ingat lagi dimana ia terakhir menaruh kunci sialan itu.
“Ini sudah jam 2 malam, tidak mungkin aku membangunkan temanku untuk membukakan pintu  pagar,” sahur pascal sedikit kesal.
Beberapa kali pascal sempat berfikir untuk pergi ke kos temannya dekat sini. Berharap dapat tumpangan untuk malam ini hingga esok hari sampai pagar wisma sudah terbuka. Tapi lagi-lagi rasa tidak enak membuatnya mengurungkan niatnya.
“Ini terlalu malam, semua teman ku pasti sudah tidur,” pascal mengepalkan tangannya tanda kesal.
Pascal mulai menyerah dan mulai berhenti untuk mencari kunci disemua saku celananya, perlahan dia duduk didepan pagar membalikan badannya ke arah jalanan, dan menyendarkan kepalanya ke pagar wisna dengan gembok 5 biji yang melekat erat.
Udara sudah mulai menusuk tulangnya, kaos hitam yang ia kenakan sama sekali tidak bisa membuatnya hangat dari terpaan angin malam. Satu dua kali pascal menengok ke arah wisma berharap ada yang bisa membantunya. Tangannya pun mulai terlihat pucat, matanya semakin memerah, bibirnya pucat bagaikan tak ter-aliri oleh darah.
Dari arah depan terlihat beberapa kendara yang masih melintas dengan kecepatan rendah, lampu kendaraan beberapa kali membuatnya merasa silau. Dari kejauhan terdengar suara kodok dan jangkrik mulai bersahutan. Nampaknya mereka sudah sangat akrab.
Sesekali pascal hampir tertidur dengan kepala bersandar di pagar. Kedua  tangannya memeluk erat kedua kakinya yang di tekuk. Cara ini bisa sedikit menghangatkan tubuh pascal. Pascal masih belum berhenti berfikir kenapa beberapa hari ini dia mengalami nasib yang buruk, dan yang terburuk adalah malam ini.
Pascal masih bisa merasakan hangatnya genggaman tangan ria.
“pascal,,,,”
“ria,, kamu...!”
“kamu ngapain disini, bukannya masuk ke wisma sana,” tanya ria dengan wajah penasaran.
“eeeeeerrrrr, kunci aku hilang ri.” Pascal terlihat sedikit bingung.
“gak ada yang hilang, yang ada Cuma berpindah tempat.” Ria duduk disamping pascal dan menirukan gaya duduk pascal.
“seperti perasaan kamu, bukan hilang, tapi pindah ke orang lain, gitu kan,”
Ria Cuma diam. Dia tau kalau dia yang salah. Tapi sudah terjadi dan pascal sudah ikhlas kalau ria pergi dengan orang lain.
“mungkin sekarang hati aku enggak di kamu lagi, tapi perasaan nyaman selalu ada di kamu. Ketika aku dengan orang lain, gak ada yang bisa jamin bakal senyaman kamu.” ria menoleh  ke arah pascal. Tapi pascal tetap melihat ke arah langit yang gelap.
“yang aku tau, kamu ituu orang hebat. Patah hati seberat apapun pasti bisa kamu lewatkan. Tergantung motivasinya aja.” Ria merapikan rambut pascal yang berantakan.
“pascal,, “
Pascal Cuma diam dan tetap melihat ke langit dengan wajah sendu.
“kamu harus yakin kalau kamu akan bertemu orang yang lebih baik dari aku.” ria mencoba meyakinkan pascal.
“itu Cuma masalah waktu kok,” ria tersenyum.
Malam ini mereka berdua patah hati secara ikhlas. Mereka berdua sepakat untuk tetap melanjutkan mimpinya masing masing.
“keputusan ku untuk jatuh cinta dengan kamu adalah patah hati yang paling sengaja, karena sesungguhnya jatuh cinta itu satu paket dengan patah hati.” Pascal memeluk erak tubuh mungil ria, membelai rambut panjangnya dan mencium keningnya.
Dari sekian banyak buku cinta yang pascal baca sama sekali tidak menjelaskan bagaimana caranya agar tidak patah hati. Tapi malam ini pascal tau kalau kunci dari patah hati adalah ikhlas.



Di tulis ketika patah hati. 01-09-2016
 


Senin, 29 Agustus 2016

PERI UNTUK TOMY


Kacamata yang dia kenakan kini tak lagi membuatnya terlihat cupu. Tubuhnya kini sudah jauh lebih berisi dari sebelumnya. Tomy sudah berubah menjadi apa yang dia inginkan, bahkan jauh lebih baik dari yang dia inginkan. Entah keajaiban apa yang terjadi padanya pada malam itu.
Tomy berubah drastis hanya dalam waktu semalam. Tanpa perbaikan gizi atau fitnes seperti yang dilakukan banyak orang kurus diluar sana. Kini tubuhnya sudah sangat ideal, nampak lebih sehat dan tampan. Semua orang kini tampak bingung dan tidak menyangka semua tomy bisa berubah seperti ini. Terutama beberapa orang yang selalu menjadi musuh tomy dikampus. Meraka adalah sekelompok geng yang selalu mencari masalah dengan tomy. Mungkin mereka ditakdirkan menajdi tokoh antagonis dalam cerita kehidupan tomy.
Baju yang tomy kenakan kini tak selonggar yang dulu lagi, ketika dia masih kurus tomy selalu memakai jaket agar terlihat sedikit gemuk dan berisi. Walaupun cara itu tidak terlalu menolongnya. Berbagai cara apapun sudah dilakukan tomy agar mempunyai badan ideal. Mulai dari menghabiskan tabungnnya untuk membeli susu super mahal yang mitosnya bisa membuat orang menjadi gemuk dalam waktu yang relatif cepat, bahkan fitnes tiap hari juga dilakukannya agar bisa lepas dari ejekan musuh bebuyutannya dikampus.
Tomy sadar kalau dia terlalu memikirkan omongan mereka yang selalu menghina tony dan memasukannya dalam hati. Tapi tomy juga sadar kalau dia  memang harus memiliki tubuh yang ideal. Minimal punya tubuh yang sehat dan tidak gampang sakit.
Tomy merasa kualahan dengan kondisii fisiknya yang sekarang, beraktifitas terlalu lelah bisa membuatnya sakit kepala semalaman. Bahkan ketika tidur dan lupa mematikan kipas angin bisa membuatnya pilek dan mencret.
Ia sangat iri dengan temannya yang biasa tidur tanpa baju, di lantai, dan didepan kipas angin. Itu impiannya sejak lama. Impian yang cukup aneh untuk sebagian manusia normal.
“Tom, sudah makan belum,? “ tanya salah seorang dari geng kecebong.
“Sudah ,, tapi 100 tahun yang lalu, sekarang sih sudah lapar lagi hahha,” balas temannya yang lain.
  Pagi ini tomy terpaksa harus masuk kelas melewati geng kecebong, karena memang tidak ada jalan lain. Seharusnya tomy sudah cukup kebal dengan segala omongan geng kecebong.
Sesampainya di depan kelas amel sudah menunggu dengan wajah datarnya.
“kamu mandi gak sih tom,, berantakan banget!!” celetuk amel tepat di hadapan tomy.
“sudah dong mel, aku lupa pake pomade aja tadi, eh kamu ngapain disini, nunggu aku ya ihiiiy “ ejek tomy.
“baju kamu tuh, coba di  setrika, kusut banget. Atau baju ini kamu pake tidur ya”
“enggak, ini baru di cuci, tapi belum sempat di setrika, gitu”
“gitu?”
“iya gitu”
“sudah ngejain tugas apa belum ? ,, tuh nyontek tugas aku aja, ada di tas ku” amel menunjuk meja paling pojok. Tempat paling nyaman untuk amel. Selain tidak punya teman amel juga suka menyendiri. Pojok kelas sudah lama menjadi tempat ternyaman untuknya.
“ehh iya, lupa hehehe,, eh kok kamu tau aku belum ngerjain tugas?”
“tadi malam aku miskol kamu 5 kali, tapi kamu nggak angkat. Pasti kamu sudah tidur. Jadi kemungkinan besar kamu belum ngerjain tugas.”
“iya betul juga ya,, aku ketiduran habis magrib mel” jawab tomy tanpa dosa.
“pemalas!”
“aku pelupa bukan pemalas!!” tomy meneriaki amel yang langsung pergi ke arah kantin.
Setelah selesai menyalin tugas milik amel, tomy tiba tiba sadar kalau apa yang dilakukan amel sedikit berlebihan. Berlebihan kalau Cuma teman biasa. Amel terlalu perhatian bahkan tiap detail dari tomy.
“mel aku mau traktir kamu habis pulang kuliah, bisa kan?”
“Eh gak usah sok banyak uang deh,” Amel terdiam sejenak. “makan dimana, aku yang pilih tempat.”
Amel tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya, walaupun dengan gayanya yang super judes.
Amel tidak terlalu ambil pusing soal tomy yang tiba tiba mengajak amel makan. Yang pasti sekarang amel sedang bingung memilih baju untuk pergi bersama tomy. Waktu sudah menunjukan pukul 18:55 WIB. 5 menit lagi tomy menjemput. Amel tau kalau tomy tidak pernah telat, terutama untuk urusan seperti ini. Hampir semua orang tau kalau tomya selalu on time. Hal hal seperti ini yang membuat tomy terlihat sangat spesial dimata amel.
Hampir semua baju yang dimiliki amel sudah dicoba dan amel masih belum menemukan baju yang pas. Setelah sekian lama memilih baju, akhirnya amel memutuskan menggunakan rok berwarna hitam dan baju warna merah. Tidak lupa amel menyisir rambutnya yang panjang sebahu. Dia memutuskan untuk tidak mengikatnya, dan membiarkan rambutnya terurai panjang.
Tidak lama kemudian suara motor tomy terdengar dari balik pagar rumah amel, amel makin gugup karena malam ini pertama kalinya mereka jalan berdua.
“tempat yang aku pilih mahal, punya uang gak ?” tanya amel ketus.
“hehehehe”
“yaudah nanti aku aja yang bayar” balas amel.
“makasih ya amel cantik”
Amel Cuma diam, perasaan bingung dan senang bercampur jadi satu. Tidak biasanya tomy memanggil ku “cantik.”
Setelah sampai ditempat yang amel pilih, mereka langsung memilih makanan. Ternyata itu adalah restoran jepang favorit amel. Tempatnya sedikit gelap karena lampunya hanya menerangi masing masing meja. Tidak terlalu banyak pengunjung malam ini, karena memang bukan weekend. Terasa sedikit panas untuk sebuah restoran, mungkin ini efek dari buruknya sirkulasi udara ditambah hawa panas yang datang dari arah tempat memasak. Sesekali tercium aroma bawang bombai yang di tumis.
“woy ,, gak ada ikan asin disini,“ amel sedikit emosi karena tomy terlalu lama memilih makanan.
“duh mel, kamu aja yang pilih, aku gak tau mana yang enak.”
“payah”
“........”

“eh kenapa kamu tumben ngajak aku makan?”
“aku.....”
“pasti ada maunya”
“aku......”
“eh jawab !!!”

“MEL KAMU KENAPA SIH CARE BANGET SAMA AKU, AKU NGERASA KAMU ITU BEDA. APA YANG KAMU LAKUKAN KE AKU ITU BEDA DENGAN APA YANG KAMU LAKUKAN KE ORANG LAIN. KAMU ITU JUDES TAPI PERHATIAN. “
Amel Cuma diam, amel tidak tau harus berkata apalagi. Mungkin yang amel lakukan memang sedikit berlebihan. Beberapa menit amel Cuma menundukan kepala.
“mel....”
“yaudah mulai besok aku gak bakal kaya kemaren-kemaren lagi”
“enggak gitu maksud ku mel, aku Cuma..... “
“maap ya tom”
Amel langsung pergi ke luar restoran. Nampaknya ini menjadi malam yang buruk untuk mereka berdua. Padahal tomy Cuma ingin tau kenapa amel terlalu perhatian dengannya. Selama ini tomy sudah ketergantungan dengan amel, entah sudah berapa kali tomy meminjam uang ke amel, bahkan hampir semua tugas kuliah tomy selalu menyalin tugas amel.
Tomy merasa bersalah, dia sadar kalau pertanyaannya sedikit kasar dan menyinggung perasaan amel.
Keesokan harinya tomy tidak bertemu dengan amel, tidak seperti biasanya amel tidak masuk kuliah. Tomy makin panik karena dia takut kalau terjadi apa apa dengannya.
Sesampainya dikos, tomy mendengar suara hp nya berbunyi. Setelah dilihat ternyata amel menelphone.
“mel,, kau dimana kok gak masuk kuliah” tanya tomy panik.
“tom,, kamu bakal percaya gak apa yang bakal aku omongin ke kamu setelah ini.”
“maksudnya,,, kamu kenapa sih”
“aku mau bilang kalau aku ini peri, yang disuruh jagain kamu. Aku ditugaskan buat melindungi kamu dari orang orang jahat. Tapi sebagai seorang peri, aku gak boleh suka dengan seorang manusia.”
“hah ,, kamu suka dengan siapa?”
“aku sudah melanggar janji ku sebagai seorang peri, aku gak bisa jagain kamu lagi. Aku di hukum karena suka sama kamu tom.”
“mel,,,kamu”
“tom, kamu bisa minta apapun yang kamu mau, kecuali kamu minta untuk aku kembali.” Tiba tiba sambungan telpon terputus. Tomy tambah bingung.
Tanpa pikir panjang tomy meminta agar dia tidak menjadi bahan ejekan teman temannya lagi. Dia ingin punya tubuh yang ideal dan tidak kurus lagi. Dia ingin hidupnya sempurna. Setelah bangun tidur semuanya berubah, matanya tidak lagi minus, tubuhnya tak lagi kurus dan sakit sakitan. Dia terlihat nyaris sempurna.
Tapi tomy lupa meminta untuk menghilangkan perasaannya terhadap amel.
Kini hidup tomy jauh lebih baik dengan yang dia miliki, kecuali ingatan tentang amel yang membuatnya tidak bahagia 100%. 

   

Pages

Total Tayangan Halaman

Kontak Saya

Kontak Saya
Scan Disini Untuk Mendapatkan Kontak Saya

Translate

Pengikut

Popular Posts