“Becanda lu mik,” teriak Alan dari balik wc.
“Iya lan, serius gue.” Jawab Miko datar. “gak tau deh setelah ini gimana?”
“Maksudnya gimana mik?” Tanya Alan di ikuti suara “PLUNG.”
“Dari awal gue pacaran sama Siska, gue belum pernah ngebayangin bakal putus dengan cara sesimple ini.” Di ikuti suara “PLUNG PLUNG.”
“Yaudeh Mik, ada gue, teman gue banyak kok yang jomblo….”
“hehe iya Lan, emang elu temen gue yang paling …..”
“Tapi cowok semua mik,” Alan cepat-cepat memotong perkataan gue.
“Kampret lu lan, berak air lu 3 tahun!!.”
Percakapan tadi berakhir dengan WC yang belum di siram. mereka berdua memutuskan untuk tidak bertanggung jawab atas noda-noda kuning yang berserakan. Entah bagaimana baunya.
Beberapa langkah setelah keluar dari WC terdengar suara “WAW, ADA TAI DIMANA-MANA!.” Alan dan Miko buru-buru menggali lubang di tanah untuk tempat persembunyian.
Percakapan mereka lanjutkan di kamar Miko, eh bukan kamar Alan. Maaf ternyata mereka memang sekamar. Oke lanjut.
“Elu kok tenang-tenang aja Lan,” miko menyandarkan tubuhnya di dinding seperti beruang madu yang lagi PMS.
“Tenang apaan Mik?” Tanya Aalan penasaran.
“Elu kan sudah lama putus sama si siapa tuh, Bella ya.” Miko menggaruk-garuk kepalanya…dengan kaki.
“Gue mah, kaga bisa move on dari Bella Mik.” Alan berjalan kearah gantungan baju dibalik pintu. Alan mengganti bajunya dengan kaos pembagian partai yang di dapatnya minggu lalu.
“Tapi kok elu gak galau Mik?”
“Maksudnya, gue bukan gak bisa move on kaya kebanyakan orang yang sedih dan galau gitu. Gue sama Bella masih berkomunikasi dan sesekali jalan bareng Mik.”
“Loh kok bisa gitu, pasangan macam apa kalian?” Tanya miko kesal.
“Kami berdua sepakat hanya membeci perpisahannya Mik, bukan orangnya. Jadi kami baik-baik aja sampai sekarang. Jujur gue belum bisa buka hati untuk cewek lain Mik.” Alan melepaskan lagi kos partainya setelah sadar kaosnya terbalik.
“Kunaon maneh teh? Masih sayang sama Bella?” Tanya Miko di ikuti suara teriakan “ADA TAI BERHAMBURAN DI WC!!”
“Bukan, gue lupa naroh kuncinya muehehe”
Hening …….
“Lan , gue gak yakin setelah putus gini apa gue masih bakal teguran sama Siska, tapi gue bakal coba cara elu deh.”
“ Cara yang mana Mik?.”
“Itu tadi, Cuma membenci perpisahannya, bukan orangnya.”
“Emang bisa ?” Tanya alan dengan nada mengejek.
“Ya di cobalah, kenapa emang? “
“Itu cuman bisa dilakukan orang-orang yang punya kemampuan boker sambil tengkurap hahaha.”
“GIGI LU PEANG!”
Alan dan Miko bersiap-siap pergi ke kampus. Miko menggati kaosnya dengan kemeja kotak-kotak warna biru, serta celana jins hitam. Alan tetap menggunakan kaos partainya untuk pergi kekampus, entah apa yang terjadi dengan otak Alan. Mungkin dosennya menjabat ketua partai.
Sesampainya di kampus Alan dna Miko memisahkan diri. Miko ingin pergi ke WC karena urusan perut yang belum kelar. Setelah selesai dengna urusan perutnya Miko kembali mengulangi perbuatannya untuk tidak menyiram WC setelah di nodai denan nista. Beberapa langkah setelah keluar dari pintu WC Miko bertemu dengan Siska. Mantan kemaren sore.
Mereka berdua sama-sama masih belum move on. Tapi mereka sama –sama tidak menunjukan kesedihan di wajah mereka.
“Hei Sis,” Miko membuka percakapan. Dilanjutkan dengan senyum tipis.
“Hei juga Mik” Siska merapikan poninya yang mulai menutupi sebagian matanya. “Sehat?.”
“Belum move on,, eh masuksudnya lagi mules nih Sis.” Miko menggaruk bagian belakang kepalanya.
“emmm, Mik.”
“iya, kenapa ?”
“Elu gak marah sama gue ?” Tanya Siska sedikit malu. Di ikuti gerakan mengigit bibir bawah.
Sampai sekarang Siska masih merasa bersalah atas apa yang dilakukkannya ke Miko. Tapi Miko sudah membuktikan bahwa dia tidak akan membenci orangnya, tapi hanya membenci perpisahannya.
“Enggak dong.” Jawab Miko datar.
“Serius ?” Tanya Siska seolah tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.
“Elu memang patah hati terhebat gue, tapi gue gak bisa benci sama elu. Sampai kapan pun gue akan tetap sayang sama elu sis.”
Siska tersenyum, Miko tersenyum, dan semoga Pak Dahlan iskan tidak ikut-ikutan senyum lagi.
Move on level tertinggi adalah bisa ternyum dengan mantan, bahkan menyapa terlebih dulu saat bertemu. Bukan sembunyi atau menghindar saat melihat mantan ada di depan mata. Hargailah mantan kalian sama seperti teman-teman yang lain, kecuali dia pernah berak dengan posisi tengkurap.
Minggu, 13 November 2016
PATAH HATI MIKO
Selasa, 08 November 2016
Curhat Jessica alias jeje
Kamu tau apa yang lebih buruk dari hari buruk? Jawabannya adalah hari ini aku ketemu mantan yang sedang Cosplay jadi tiang infus. Atau mantan yang berubah jadi breweok wak doyok. Terserah lah, ku harap kamu percaya semua cerita ku.
Tapi harus nya kau tidak perlu percaya semuanya,, ada beberapa yg ku sembunyi kan. Termasuk sebuah kerinduan yang bisa jadi bom waktu, bom atom, atau apasajalah. Pilih sendiri sesuai selera mu. Bikin pusing saja.
Aku Jessica, biasa di panggil ica alias jeje. Bahkan ada pula yang memanggil "eh kampret" ketika aku menginjak kakinya dengan sepatu bola milik atlet renang. Bambang pamungkas. He he
Kadang aku berfikir untuk apa atlet renang punya sepatu bola, kadang aku juga tidak berfikir kalau lagi malas berfikir. Bahkan aku pernah menyerah seseorang untuk berfikir. Aku kaya, tapi malas.
Kamu harus tau, aku lebih malas untuk ingat kamu.
Sejujur nya aku lebih suka di panggil jeje dari amat tompel. Dan aku bersyukur banyak yg memanggil jeje, itu biasa terjadi kalau aku mengancam untuk membuat bola matanya berada di hidung.
"kamu? " tanya gelas plastik. Tidak, itu bukan nama sungguhan. Dia mantan ku dari planet Mars.
" aku?.. Kenapa " jawab ku santai. Serius aku santai, cuma sedikit gemetar dan keringat dingin.
" jeje, kamu apa... Ka.. Kabar?"
Aku tersenyum, nampaknya dia juga cukup canggung.
"baik " jawab ku." kamu?. "
" aku??"
" Iya kamu, kabar kamu gimana? "
" mau nya? "
" hah? "
" kamu maunya kabar ku gimana? "
" aku sih... " aku berfikir sebentar." maunya gak ketemu kamu. "
Gelas plastik diam. Aku juga. Dahlan iskan juga.
Entah kenapa ada Dahlan iskan. Aku tak perduli.
" aku bercanda " jawab ku.
Aku tersenyum, ku harap suasana jadi sedikit hangat, gelas plastik juga senyum. Dahlan iskan juga senyum.
PAK, TOLONG JANGAN GANGGU KAMI.!!
" jujur aku masih sakit, aku lebih suka kalau tidak bertemu kamu, dan kamu tidak menanyakan kabar ku" jawab ku dengan tangan ku masukan ke kantong celana.
"maaf jeje, aku...... "
Entah kenapa dia tidak melanjutkan perkataannya, mungkin dia bingung, aku lebih bingung. Dahlan iskan bingung parah.
Entah kenapa pak Dahlan iskan suka ikut campur di Blog nya bayu.
" apapun yang terjadi, aku lebih baik sendiri dan tidak bertemu dengan mu lagi. " aku tau perkataan ku membuat nya sakit. Tapi dia lah yang mengajari ku seperti ini. Kamu tau rasanya di tinggalin saat sedang boker di sungai? Begitu kira kira perasaan ku waktu itu. Untung lah pak Dahlan iskan memberi ku gabung untuk cebok.
Gelas plastik cuma tertunduk menyadari kesalahan nya. Aku pun ikut tertunduk. Pak Dahlan iskan juga......
Tidak, aku suka menyuruh pak Dahlan iskan pulang ke rumahnya atau ke ruang KPK. Ini kenapa jadi acara berita gini sih.
Aku Jessica, alias jeje alis ica. Semoga kita semua di selamat kan dari mantan yg suka pura pura jadi kabel charge Nokia ketika kita membutuhkan nya.
Pages
Total Tayangan Halaman
Kontak Saya
Scan Disini Untuk Mendapatkan Kontak Saya
Translate
Blog Archive
Pengikut
Popular Posts
-
Pagi ini bukan seperti pagi lainnya. Walaupun matahari masih terbit, tapi aku Masih belum bisa merasakan kehangatan nya. Ku angkat kepada...