#footer-column-divide {clear:both;}.footer-column {padding: 10px;}

Minggu, 02 April 2017

DIMANA HATIMU

“Kalau hati mu sudah untuk orang lain,,, aku bisa apa.”
Kalimat itu terus teringat di hati Josh, ada sedikit penyesalan yang mengikuti kalimat itu terucap. Semacam ungkapan frustasi dan menyerah untuk tetep mempertahankan hati seseorang  untuk tidak pergi.  
“Sayang, aku gak mau kita pisah” suara josh sendu.
“Aku pun begitu” jawab Lia dengan pandangan kosong. Entah apa yang dipikirkan Lia saat itu.  
“Kalau Cuma aku yang berjuang mana bisa” tambah Josh.
“Tapi aku nggak bisa, Josh”
“Bahkan kamu gak mau panggil aku sayang lagi” Josh semakin kesal.
Beberapa hari ini Josh terus berusaha meyakinkan lia untuk tidak pergi ke hati yang lain. Tiap mereka bertemu selalu bertengkar, padahal niatnya untuk mencari jalan keluar dari masalah ini.
Apa yang sudah mereka lewati terlalu berat untuk dijadikan kenangan dan masalalu. Lia semakin hari semakin gelisah dengan perasaannya. Disatu sisi perasaannya telah berubah kepada Josh. Disatu sisi harus ada hati yang terluka dibalik hati yang berpindah.
“Josh,, kalau aku pergi. Kamu mau kan maafin aku?” pesan singkat muncul dilayar hp Josh.
Josh membuka hp nya, milihat sekilas pesan singkat itu. Josh kembali tertidur dan menarik gulingnya untuk dijadikan bantal. Apapun yang dikatakan Johs sudah tidak bisa merubah apa apa. Hati Lia terlalu keras untuk ditaklukan, bahkan oleh Josh yang yang sudah menjadi pacar Lia selama 2 tahun.

Masalah seperti ini juga pernah terjadi kurang lebih satu tahun yang lalu. Saat itu Lia bertemu mantan kekasihnya saat SMA. Namanya Sammy. Lia mengira dia sudah move on sepenuhnya dari mantannya itu, tapi karena mereka sudah pernah dekat maka mulailah mereka sering bertemu diam-diam tanpa sepengetahuan Josh. Ditambah tempat kerja yang berdekatan membuat mereka sering bertemu diwarung makan langganan. Lia berharap Josh tidak pernah tau soal ini.
Josh juga tau banyak soal Sammy. Tentu ini akan menjadi masalah besar jika Josh tau.
Lia tidak bermaksud untuk membohongi atau berniat balikan dengan Sammy. Tapi ada sesuatu hal yang ada pada Sammy dan tidak ada pada Josh. Ada perasaan nyaman yang berbeda yang didapatkan saat bersama Sammy.
“Lia sayang, nanti siang aku kirim makan siang ke kantor kamu” suara serak Josh dari balik hendphone.
“Gak usah Josh, nanti aku mau makan bareng teman-teman sekantor kok” jawab Lia sedikit gagap. Lia berharap suara gagapnya tidak membuat Josh menyadari kebohongannya.
“Tumben, ada acara apa. Temen kamu ulang tahun ya ?” Lia semakin bingung harus menjawab apa.
“Siapa teman kamu yang ulang tahun?” tambah josh.
“Nanti ya aku telpon lagi, ini ada kerjaan mendadak” jawab Lia diikuti suara tut tut tut.
Sammy dan Lia memang sudah membuat janji untuk makan siang bersama diwarung makan langganan tempat mereka sering bertemu.
“Lia, aku tunggu kamu ditempat biasa ya”
“iya sam, ini sudah mau jalan kok”
Rumah makan itu berjarak 100 meter dari tempat Lia bekerja. Kadang Lia hanya jalan kaki untuk sampai ditempat itu. Tapi hari ini Lia memutuskan untuk naik motor agar bisa lebih cepat sampai dan punya banyak waktu bertemu dengan Sammy.
“Lia,!” teriak Sammy sambil mengangkat tangannya.
Lia langsung bergegas menuju tempat Sammy duduk. Tempatnya agak jauh dari pintu masuk. Dekat jendela. Cuma ada dua kursi disitu. Mejanya terbuat dari kayu jadi, terlihat kokoh walaupun sudah lama. Udaranya terasa sejuk karena sirkulasi udara yang lancar di tambah jendela yang mengarah langsung ke persawahan. Sammy sengaja memilih tempat ini karena dari jendela mereka bisa melihat pemandangan sawah yang hijau.
“Hai sam, kok cepet banget datang?” Tanya lia.
“Gak papa, takut kamu yang nunggu” Lia duduk didepan Sammy.
Baru beberapa menit mereka bertemu terdengar suara yang tidak asing bagi Lia.
“Lia, kamu kok disini?” josh berdiri tegap dihadapan mereka berdua.
Lia dan Sammy bingung harus menjawab apa. Lia terlihat gugup dan ketakutan.
“Teman-teman kamu mana, katanya mau makan rame-rame?” Tanya josh dengan wajah penasaran.
“Aku,,, eeee. Aku”
“Yaudah aku mau balik dulu, sudah ditunggu teman diparkiran.” Josh berbalik badan menjauh dari pandangan lia.
Josh sangat tau apa yang barusan terjadi, lia membohongi josh untuk bertemu dengan Sammy. Sammy berusaha tetap tenang untuk menjaga perasaan Sammy dan lia. Josh tidak sebodoh itu untuk membuat keributan di warung makan itu.
Sejak saat itu Lia berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Josh pun memaafkan Lia.
Kejadian yang hampir sama terjadi lagi. Lia tidak sengaja bertemu dengan teman lamanya. Namanya rocy. Asli orang jogja yang kini berkerja dijakarta dekat kantor Lia. Bahkan perusahaan termpat mereka bekerja beberapa kali pernah menjalin kerja sama. Tapi Lia baru menyadari saat berpapasan di halte busway dengan Rocy.
Rocy adalah sosok pria idaman yang selalu didambakan Lia sejak dulu. Rocy aktif di basket dan band. Banyak wanita yang mengidolakan sosok Rocy. Waktu itu Lia tidak bisa berbuat apa apa karena terlalu banyak saingan.
“Eh Lia,, cantik ya kamu sekarang” pertemun singkat di halte bus membuat mereka lebih dekat lagi. Karena lama tidak bertemu Rocy merasa Lia jauh lebih cantik dari 5 tahun yang lalu. Semakin sering mereka bertemu semakin tumbuh perasaan mereka berdua.
Banyak kata-kata manis dari Rocy yang membuat lia semakin mengagumi sosok Rocy. Perasaan suka Lia ke Rocy membuat Josh lama-lama tersadar. Hingga suatu hari mereka bertengkar.
“Kamu kenapa sih?” Josh meletakan kedua kedua tangannya di pinggang.
Lia masih diam. Tertunduk lesu. Lia tau kalau dia salah.
“Kamu jawab dong !”
“Aku ketemu orang lain. Aku suka sama dia” Lia mulai meneteskan air matanya.
“Aku gak bisa mengarahkan kemana hati aku pergi, Josh.”
“Kita gak bisa baikin hubungan ini lagi ?” Tanya Josh. Perlahan Josh menghapus air mata Lia.
Lia diam dan Cuma bisa menangis. Josh memeluk tubuh kecil Lia sekuat tenaga. Seolah ini pelukan terakhir. Tanda perpisahan. Karena mereka sama-sama tau hubungan ini sudah terlanjur rusak dan tidak bisa diperbaiki.
“Percuma aku punya raga mu, tapi hati kamu sudah dengan orang lain.”
Lia mengangkat kepalanya. Menatap tajam kearah Josh.
“Aku rela kamu dengan dia, asalkan kamu janji untuk hidup bahagia selalu.” 
   

Pages

Total Tayangan Halaman

Kontak Saya

Kontak Saya
Scan Disini Untuk Mendapatkan Kontak Saya

Translate

Pengikut

Popular Posts