#footer-column-divide {clear:both;}.footer-column {padding: 10px;}

Sabtu, 29 Oktober 2016

CURHAT KARLA

Pagi ini bukan seperti pagi lainnya.

Walaupun matahari masih terbit, tapi aku
Masih belum bisa merasakan kehangatan nya.

Ku angkat kepada ku, ku sandarkan tubuh ini ke dinding kamar.
Ku buka kain yang membatasi sinar matahari masuk ke kamar ku.
"hai, Karla " teks itu terkirim setelah beberapa detik aku ketik.

" kenapa kenapa jov" balas Karla.
" hari ini, bisa bertemu? "
" tentu,  tempat biasa ya"
Aku tersenyum, akhirnya ada yg bisa mendengar kan curhat ku.
Dia Karla, cantik nyaris sempurna. Aku selalu kagum padanya.
Tidak, aku akan selalu berteman dengannya. Selalu. Doakan saja.

Aku perintah kan otak ini untuk mengirim perintah ke seluruh tubuh untuk mandi.
Aku selalu berharap mandi bisa menaikkan ke tampanan ku, walaupun hasilnya selalu mengecewakan. Hehe aku selalu bodoh.
Sesampainya di tempat tujuan, karla sudah duduk manis dengan kopi di genggamannya.
"hai karla, sori telat, tadi bingung mau pake muka yg mana hehe" aku ambil kursi, lalu duduk. Apa kamu pikir aku akan melempar kursi ini ke wajah karla ?  Lain kali akan ku lakukan. Hehe

"stok muka kamu pasti jelek semua ya jov? " karla tertawa sembari menutup gingsul nya.
" kok gitu sih kar? " tanya ku penasaran bercampur kesal.
" kalo kamu punya stok muka yg ganteng pasti kamu gak pake yg ini" karla menunjuk wajah ku. Lubang hidung sebelah kiri tepatnya.
"iya karla, lakukan apa yg kamu suka"

" tuh kan Jovi marah, aku traktir deh hari ini " karla mencabut bulu hidung ku, 17 helai.
Setelah itu kamu berdua diam, hampir 25 detik. Aku menundukkan pada pandangan.
" karla, aku mau curhat bisa kan? " tanya ku sedikit ragu.
Karla mengangguk, sepertinya dia memang tau maksud ku ingin bertemu hari ini.
" putus ya kamu jov,? " pertanyaan karla mengejutkan aku sampai bulu hidung ku rontok lagi.
" kok? "
"  tau lah,  apa sih yang gak aku tau dari kamu jov" karla merapikan rambut ku. Karla selalu memperlakukan aku seperti adik nya sendiri, padahal aku mengaguminya lebih dari seorang kakak perempuan.
"kar, memang nya kalau aku mengerebut pacar orang, apa pacar aku pasti di rebut orang lain juga ya? "
" ohhhhh gitu, jadi cewek yang kemarin kamu ambil dari siapa jov? "
" bukan ngambil kar,  aku cuma jadi versi yg lebih baik dari pacarnya waktu itu, tapi teman teman nya bilang aku ngerebut dia dari pacarnya. "
" mungkin mereka cuma tau dari sisi luar nya aja jov, aku percaya kalo kamu niat nya baik jov"
" makasih ya kar "
" trus? "
" trus apa kar? " tanya ku sedikit bingung.
" sekarang mau ngapain, mau dekatin pacar orang lain lagi? " karla tersenyum tipis.
Sampai disini aku sadar, aku memang tidak merebut dia dari pacarnya, tapi aku cuma salah karena datang di waktu yang tidak tepat. Harusnya aku datang di saat dia sudah sendiri.
" kalau dia memilih kamu, bukan berarti kamu lebih baik,  tapi dia aja yg gampang berpindah hati jov. "
Perkataan karla memukul hati ku dengan kuat. Aku baru sadar apa yang aku lakukan dulu itu salah.
Dengan bangga nya dulu pernah bilang" aku lebih baik dari pacarnya, buktinya dia memilih ku. "
" kar, makasih ya,  aku sekarang sudah sadar "
Karla menempel kan jempol nya dia depan hidungku. Dari jauh lebih mirip orang yang membantu temannya mengupil dengan bantuan jempol.
" trus? "
" trus apa kar? "
" masih mau kaya kemaren lagi? "
" kemaren gimana kar? "
" dekatin cewek orang lain lagi bego!! "
" ohhhhh enggak kar,  sudah kapok "
" trus? ""
"trus apa kar? "
" trus kamu mau ngapain bego! "
" aku mau dekatin yang jomblo aja kar "
" siapa? "
" belum tau sih hehe"
" bego"
" kamu dapat rekor nih kar "
"  apa? "
"  ngatain aku bego 3 kali dalam 15 detik"
" maaf jov,  hilaf " karla mengusap rambut ku, sesekali dia mencabut rambut ku sampai botak.
Kami diam sejenak, mungkin hampir 1 menit. Percaya pada ku,  aku menghitung nya.
" jov aku jomblo loh" tiba tiba karla memecah kesunyian. 
Jujur aku bingung, tapi matanya berbisik sesuatu, mata seolah berbicara "ayo pacarin aku."
Aku tersenyum,  aku tau maksudnya.
"karla, "
" apa "
" mau jadi pelabuhan untuk hati aku gak?"
Karla tersenyum, aku pun tersenyum, tukang parkir kesurupan.

Sabtu, 22 Oktober 2016

Mantan gebetan

Kehidupan harus tetap berlanjut, jam tidak pernah berhenti sedetikpun untuk menunggu mu berfikir. Hati dan fikiran harus terus bergerak dalam irama jantung. Semua logika hancur tak terjabarkan. Mendefinisikan sesuatu yang seharusnya bisa di jelaskan secara logika.
Jatuh cinta. Harusnya bukan menjadi hal sangat di benci oleh Alex, tapi masa lalu nya tidak bisa kompromi. Semua terjadi, dan tidak bisa di perbaiki.
Alex, atau biasa di sapa lexi oleh teman teman nya suka pinjam uang di akhir bulan, memang punya masalah yg lebih berat. Di tambah lagi kejadian tadi sore yang membuatnya kini cuma bisa terpaku duduk di depan  tv tanpa sadar tv nya belum di nyalakan.
Entah mengapa sore itu lexi ingin pergi sendirian ke indomared terdekat, rasa dinginnya hujan membuat perut nya terasa lebih lapar dari biasanya. Benar saja,  dia sudah menghabiskan uang 100 ribu untuk membeli jalanan yang entah mungkin akan di makanan semua.
Udara di dalam indomared terasa sama dengan di luar, ini pertama kalinya terjadi. Hujan lebat lebih dari 3 hari.
Lexi tidak ingin ber lama di dalam sini, dia  ingin segera menikmati mie ramen yg dia beli barusan.
Setelah keliling melihat isi jajanan di keranjang belanja, lexi berniat segera pergi ke kasir dan membayar nya.
Tapi semua itu dia urungkan, lexi kembali ke balik rak indomie, wajah nya persis berhadapan dengan mie goreng sate.
Lexi panik bukan main setelah melihat mantan gebetan nya masuk indomared.
Lexi sudah tidak berhubungan dengan mantan gebetan nya sekitar 2 bulan ini.
Sekali dua kali lexi mengintip dari balik rak, dan yg ketiga kalinya dia merasa bahwa mantan gebetan nya melihat dirinya di balik rak.
"celaka, bagaimana kalau dia tau aku disini" kata lexi panik.
Perut lexi suda terasa semakin lapar.
"kamu ngapain disini lex" tanya via.
Betul,  via adalah nama mantan gebetan lexi. Mereka berpisah karena via hanya ingin berteman dengan lexi, tidak lebih. Dan lexi ingin lebih dari itu.
"aku lagi belanja aja" jawab lagi sedikit panik.
"kamu sembunyi dari aku ya lex" tanya wanita cantik itu persis di depan rak mie kuah sambel ijo.
"enggak kok, aku lagi mau beli mie goreng sate "
" bohong, aku tau kamu gak suka sate, kita pernah dekat 8 bulan. Jangan bohong lex" via terlihat lebih marah.
Lexi masih terdiam, dia sadar usaha nya untuk berbohong sia sia. Via cukup cerdas tau kalau lexi berusaha menghindari via.
"sms ku juga gak pernah di balas lagi, aku kan masih mau berteman sama kamu Lex. "
Wajah lexi yang awalnya menunduk, perlahan mulai menaikkan dagu nya, dan menatap wajah via.
" jujur ya, aku gak mau ketemu kamu lagi. "
" aku salah apa lex" tanya via dengan nada tinggi.
"aku sudah lupa sama kamu, aku sudah tenang sekarang. Kamu jangan datang lagi ke hidup aku."
"kita kan bisa berteman seperti dulu lagi, waktu awal kita bertemu 10 bulan yg lalu. Bisa kan Lex? "
" bisa, kalau perasaan ku benar benar sudah hilang "
" Lex....... "
" sudah ya, aku mau pulang, aku sudah lupa sama kamu" lexi membalikan badannya. Kini posisi membelakangi via "anggap aja kita gak pernah kenal,aku harus move on dari kamu, secepatnya"
Lexi melihat via menetes kan air mata nya, terlihat jelas dari kaca.
Lexi bergegas keluar dari indomared dengan wajah sendu.
Beberapa saat kemudian terdengar suara "tangkap orang itu,  dia belum bayar!!!!"
Ternyata lexi lupa bayar.
Trimakasih indomared.

Pages

Total Tayangan Halaman

Kontak Saya

Kontak Saya
Scan Disini Untuk Mendapatkan Kontak Saya

Translate

Pengikut

Popular Posts