#footer-column-divide {clear:both;}.footer-column {padding: 10px;}

Rabu, 31 Agustus 2016

KUNCI PATAH HATI

Matanya tak lagi bisa bersinar, tangannya tak bisa lagi menggenggam erat. Bahkan untuk tersenyum beberapa detikpun ia tak mampu. Nafasnya tak beraturan, dadanya sesak penuh beban, fikirannya sudah terbang entah kemana. Sebuah perasaan yang tidak semua orang kuat menanggungnya.
Patah hati.
Bibirnya kelu, matanya sayup, keningnya mengalir keringat dingin. Pascal kini Cuma bisa menghibur diri dalam sedihnya. Kali ini mungkin adalah patah hati terhebat yang pernah dia rasakan. Patah hati yang seharusnya bisa dia persiapkann sebelumnya. Sesekali pascal mencoba mengheningkan cipta sejenak untuk membuat dirinya tebih tegar.
Tidak ada yang lebih buruk ketika kamu tau kapan kamu akan terluka. Terluka yang sudah ter-jadwal. Sakit yang sudah di rencanakan, dan pahit yang akan diterima pada akhirnya.
Kucing kesayangannya baru saja mati keracunan, bola basket kesayangannya juga baru hilang beberapa hari yang lalu. Itu adalah sekian dari banyak kejadian buruk yang baru saja menimpa pascal beberapa hari ini.
Buku-buku cinta yang ia baca tak cukup membuatnya kebal terhadap patah hati, buku yang ia baca Cuma bisa membuatnya gampang mendapatkan kekasih yang baru. Dan itu tidak cukup baik untuknya. Karena yang terberat bukan mendapatkan cinta seseorang , tapi melupakannya ketika kamu masih memiliki perasaan.
Sesampainya didepan wisna temapat ia menginap, pascal lupa menaruh kunci pagar wisma yang seharusnya bisa membuatnya masuk dan beristirahat dikamarnya yang berantakan. 2 menit berselang pascal masih belum menyerah untuk menemukan kuncinya di semua saku celana. Sesekali ia memerika dompet usangnya. Pascal terus berharap kalau kuncinya Cuma terselip diantara uang koinnya yang tidak terlalu banyak. Sambil memeriksa disemua bagian tubuhnya, pascal mencobab mengingat-ingat lagi dimana ia terakhir menaruh kunci sialan itu.
“Ini sudah jam 2 malam, tidak mungkin aku membangunkan temanku untuk membukakan pintu  pagar,” sahur pascal sedikit kesal.
Beberapa kali pascal sempat berfikir untuk pergi ke kos temannya dekat sini. Berharap dapat tumpangan untuk malam ini hingga esok hari sampai pagar wisma sudah terbuka. Tapi lagi-lagi rasa tidak enak membuatnya mengurungkan niatnya.
“Ini terlalu malam, semua teman ku pasti sudah tidur,” pascal mengepalkan tangannya tanda kesal.
Pascal mulai menyerah dan mulai berhenti untuk mencari kunci disemua saku celananya, perlahan dia duduk didepan pagar membalikan badannya ke arah jalanan, dan menyendarkan kepalanya ke pagar wisna dengan gembok 5 biji yang melekat erat.
Udara sudah mulai menusuk tulangnya, kaos hitam yang ia kenakan sama sekali tidak bisa membuatnya hangat dari terpaan angin malam. Satu dua kali pascal menengok ke arah wisma berharap ada yang bisa membantunya. Tangannya pun mulai terlihat pucat, matanya semakin memerah, bibirnya pucat bagaikan tak ter-aliri oleh darah.
Dari arah depan terlihat beberapa kendara yang masih melintas dengan kecepatan rendah, lampu kendaraan beberapa kali membuatnya merasa silau. Dari kejauhan terdengar suara kodok dan jangkrik mulai bersahutan. Nampaknya mereka sudah sangat akrab.
Sesekali pascal hampir tertidur dengan kepala bersandar di pagar. Kedua  tangannya memeluk erat kedua kakinya yang di tekuk. Cara ini bisa sedikit menghangatkan tubuh pascal. Pascal masih belum berhenti berfikir kenapa beberapa hari ini dia mengalami nasib yang buruk, dan yang terburuk adalah malam ini.
Pascal masih bisa merasakan hangatnya genggaman tangan ria.
“pascal,,,,”
“ria,, kamu...!”
“kamu ngapain disini, bukannya masuk ke wisma sana,” tanya ria dengan wajah penasaran.
“eeeeeerrrrr, kunci aku hilang ri.” Pascal terlihat sedikit bingung.
“gak ada yang hilang, yang ada Cuma berpindah tempat.” Ria duduk disamping pascal dan menirukan gaya duduk pascal.
“seperti perasaan kamu, bukan hilang, tapi pindah ke orang lain, gitu kan,”
Ria Cuma diam. Dia tau kalau dia yang salah. Tapi sudah terjadi dan pascal sudah ikhlas kalau ria pergi dengan orang lain.
“mungkin sekarang hati aku enggak di kamu lagi, tapi perasaan nyaman selalu ada di kamu. Ketika aku dengan orang lain, gak ada yang bisa jamin bakal senyaman kamu.” ria menoleh  ke arah pascal. Tapi pascal tetap melihat ke arah langit yang gelap.
“yang aku tau, kamu ituu orang hebat. Patah hati seberat apapun pasti bisa kamu lewatkan. Tergantung motivasinya aja.” Ria merapikan rambut pascal yang berantakan.
“pascal,, “
Pascal Cuma diam dan tetap melihat ke langit dengan wajah sendu.
“kamu harus yakin kalau kamu akan bertemu orang yang lebih baik dari aku.” ria mencoba meyakinkan pascal.
“itu Cuma masalah waktu kok,” ria tersenyum.
Malam ini mereka berdua patah hati secara ikhlas. Mereka berdua sepakat untuk tetap melanjutkan mimpinya masing masing.
“keputusan ku untuk jatuh cinta dengan kamu adalah patah hati yang paling sengaja, karena sesungguhnya jatuh cinta itu satu paket dengan patah hati.” Pascal memeluk erak tubuh mungil ria, membelai rambut panjangnya dan mencium keningnya.
Dari sekian banyak buku cinta yang pascal baca sama sekali tidak menjelaskan bagaimana caranya agar tidak patah hati. Tapi malam ini pascal tau kalau kunci dari patah hati adalah ikhlas.



Di tulis ketika patah hati. 01-09-2016
 


Senin, 29 Agustus 2016

PERI UNTUK TOMY


Kacamata yang dia kenakan kini tak lagi membuatnya terlihat cupu. Tubuhnya kini sudah jauh lebih berisi dari sebelumnya. Tomy sudah berubah menjadi apa yang dia inginkan, bahkan jauh lebih baik dari yang dia inginkan. Entah keajaiban apa yang terjadi padanya pada malam itu.
Tomy berubah drastis hanya dalam waktu semalam. Tanpa perbaikan gizi atau fitnes seperti yang dilakukan banyak orang kurus diluar sana. Kini tubuhnya sudah sangat ideal, nampak lebih sehat dan tampan. Semua orang kini tampak bingung dan tidak menyangka semua tomy bisa berubah seperti ini. Terutama beberapa orang yang selalu menjadi musuh tomy dikampus. Meraka adalah sekelompok geng yang selalu mencari masalah dengan tomy. Mungkin mereka ditakdirkan menajdi tokoh antagonis dalam cerita kehidupan tomy.
Baju yang tomy kenakan kini tak selonggar yang dulu lagi, ketika dia masih kurus tomy selalu memakai jaket agar terlihat sedikit gemuk dan berisi. Walaupun cara itu tidak terlalu menolongnya. Berbagai cara apapun sudah dilakukan tomy agar mempunyai badan ideal. Mulai dari menghabiskan tabungnnya untuk membeli susu super mahal yang mitosnya bisa membuat orang menjadi gemuk dalam waktu yang relatif cepat, bahkan fitnes tiap hari juga dilakukannya agar bisa lepas dari ejekan musuh bebuyutannya dikampus.
Tomy sadar kalau dia terlalu memikirkan omongan mereka yang selalu menghina tony dan memasukannya dalam hati. Tapi tomy juga sadar kalau dia  memang harus memiliki tubuh yang ideal. Minimal punya tubuh yang sehat dan tidak gampang sakit.
Tomy merasa kualahan dengan kondisii fisiknya yang sekarang, beraktifitas terlalu lelah bisa membuatnya sakit kepala semalaman. Bahkan ketika tidur dan lupa mematikan kipas angin bisa membuatnya pilek dan mencret.
Ia sangat iri dengan temannya yang biasa tidur tanpa baju, di lantai, dan didepan kipas angin. Itu impiannya sejak lama. Impian yang cukup aneh untuk sebagian manusia normal.
“Tom, sudah makan belum,? “ tanya salah seorang dari geng kecebong.
“Sudah ,, tapi 100 tahun yang lalu, sekarang sih sudah lapar lagi hahha,” balas temannya yang lain.
  Pagi ini tomy terpaksa harus masuk kelas melewati geng kecebong, karena memang tidak ada jalan lain. Seharusnya tomy sudah cukup kebal dengan segala omongan geng kecebong.
Sesampainya di depan kelas amel sudah menunggu dengan wajah datarnya.
“kamu mandi gak sih tom,, berantakan banget!!” celetuk amel tepat di hadapan tomy.
“sudah dong mel, aku lupa pake pomade aja tadi, eh kamu ngapain disini, nunggu aku ya ihiiiy “ ejek tomy.
“baju kamu tuh, coba di  setrika, kusut banget. Atau baju ini kamu pake tidur ya”
“enggak, ini baru di cuci, tapi belum sempat di setrika, gitu”
“gitu?”
“iya gitu”
“sudah ngejain tugas apa belum ? ,, tuh nyontek tugas aku aja, ada di tas ku” amel menunjuk meja paling pojok. Tempat paling nyaman untuk amel. Selain tidak punya teman amel juga suka menyendiri. Pojok kelas sudah lama menjadi tempat ternyaman untuknya.
“ehh iya, lupa hehehe,, eh kok kamu tau aku belum ngerjain tugas?”
“tadi malam aku miskol kamu 5 kali, tapi kamu nggak angkat. Pasti kamu sudah tidur. Jadi kemungkinan besar kamu belum ngerjain tugas.”
“iya betul juga ya,, aku ketiduran habis magrib mel” jawab tomy tanpa dosa.
“pemalas!”
“aku pelupa bukan pemalas!!” tomy meneriaki amel yang langsung pergi ke arah kantin.
Setelah selesai menyalin tugas milik amel, tomy tiba tiba sadar kalau apa yang dilakukan amel sedikit berlebihan. Berlebihan kalau Cuma teman biasa. Amel terlalu perhatian bahkan tiap detail dari tomy.
“mel aku mau traktir kamu habis pulang kuliah, bisa kan?”
“Eh gak usah sok banyak uang deh,” Amel terdiam sejenak. “makan dimana, aku yang pilih tempat.”
Amel tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya, walaupun dengan gayanya yang super judes.
Amel tidak terlalu ambil pusing soal tomy yang tiba tiba mengajak amel makan. Yang pasti sekarang amel sedang bingung memilih baju untuk pergi bersama tomy. Waktu sudah menunjukan pukul 18:55 WIB. 5 menit lagi tomy menjemput. Amel tau kalau tomy tidak pernah telat, terutama untuk urusan seperti ini. Hampir semua orang tau kalau tomya selalu on time. Hal hal seperti ini yang membuat tomy terlihat sangat spesial dimata amel.
Hampir semua baju yang dimiliki amel sudah dicoba dan amel masih belum menemukan baju yang pas. Setelah sekian lama memilih baju, akhirnya amel memutuskan menggunakan rok berwarna hitam dan baju warna merah. Tidak lupa amel menyisir rambutnya yang panjang sebahu. Dia memutuskan untuk tidak mengikatnya, dan membiarkan rambutnya terurai panjang.
Tidak lama kemudian suara motor tomy terdengar dari balik pagar rumah amel, amel makin gugup karena malam ini pertama kalinya mereka jalan berdua.
“tempat yang aku pilih mahal, punya uang gak ?” tanya amel ketus.
“hehehehe”
“yaudah nanti aku aja yang bayar” balas amel.
“makasih ya amel cantik”
Amel Cuma diam, perasaan bingung dan senang bercampur jadi satu. Tidak biasanya tomy memanggil ku “cantik.”
Setelah sampai ditempat yang amel pilih, mereka langsung memilih makanan. Ternyata itu adalah restoran jepang favorit amel. Tempatnya sedikit gelap karena lampunya hanya menerangi masing masing meja. Tidak terlalu banyak pengunjung malam ini, karena memang bukan weekend. Terasa sedikit panas untuk sebuah restoran, mungkin ini efek dari buruknya sirkulasi udara ditambah hawa panas yang datang dari arah tempat memasak. Sesekali tercium aroma bawang bombai yang di tumis.
“woy ,, gak ada ikan asin disini,“ amel sedikit emosi karena tomy terlalu lama memilih makanan.
“duh mel, kamu aja yang pilih, aku gak tau mana yang enak.”
“payah”
“........”

“eh kenapa kamu tumben ngajak aku makan?”
“aku.....”
“pasti ada maunya”
“aku......”
“eh jawab !!!”

“MEL KAMU KENAPA SIH CARE BANGET SAMA AKU, AKU NGERASA KAMU ITU BEDA. APA YANG KAMU LAKUKAN KE AKU ITU BEDA DENGAN APA YANG KAMU LAKUKAN KE ORANG LAIN. KAMU ITU JUDES TAPI PERHATIAN. “
Amel Cuma diam, amel tidak tau harus berkata apalagi. Mungkin yang amel lakukan memang sedikit berlebihan. Beberapa menit amel Cuma menundukan kepala.
“mel....”
“yaudah mulai besok aku gak bakal kaya kemaren-kemaren lagi”
“enggak gitu maksud ku mel, aku Cuma..... “
“maap ya tom”
Amel langsung pergi ke luar restoran. Nampaknya ini menjadi malam yang buruk untuk mereka berdua. Padahal tomy Cuma ingin tau kenapa amel terlalu perhatian dengannya. Selama ini tomy sudah ketergantungan dengan amel, entah sudah berapa kali tomy meminjam uang ke amel, bahkan hampir semua tugas kuliah tomy selalu menyalin tugas amel.
Tomy merasa bersalah, dia sadar kalau pertanyaannya sedikit kasar dan menyinggung perasaan amel.
Keesokan harinya tomy tidak bertemu dengan amel, tidak seperti biasanya amel tidak masuk kuliah. Tomy makin panik karena dia takut kalau terjadi apa apa dengannya.
Sesampainya dikos, tomy mendengar suara hp nya berbunyi. Setelah dilihat ternyata amel menelphone.
“mel,, kau dimana kok gak masuk kuliah” tanya tomy panik.
“tom,, kamu bakal percaya gak apa yang bakal aku omongin ke kamu setelah ini.”
“maksudnya,,, kamu kenapa sih”
“aku mau bilang kalau aku ini peri, yang disuruh jagain kamu. Aku ditugaskan buat melindungi kamu dari orang orang jahat. Tapi sebagai seorang peri, aku gak boleh suka dengan seorang manusia.”
“hah ,, kamu suka dengan siapa?”
“aku sudah melanggar janji ku sebagai seorang peri, aku gak bisa jagain kamu lagi. Aku di hukum karena suka sama kamu tom.”
“mel,,,kamu”
“tom, kamu bisa minta apapun yang kamu mau, kecuali kamu minta untuk aku kembali.” Tiba tiba sambungan telpon terputus. Tomy tambah bingung.
Tanpa pikir panjang tomy meminta agar dia tidak menjadi bahan ejekan teman temannya lagi. Dia ingin punya tubuh yang ideal dan tidak kurus lagi. Dia ingin hidupnya sempurna. Setelah bangun tidur semuanya berubah, matanya tidak lagi minus, tubuhnya tak lagi kurus dan sakit sakitan. Dia terlihat nyaris sempurna.
Tapi tomy lupa meminta untuk menghilangkan perasaannya terhadap amel.
Kini hidup tomy jauh lebih baik dengan yang dia miliki, kecuali ingatan tentang amel yang membuatnya tidak bahagia 100%. 

   

Pages

Total Tayangan Halaman

Kontak Saya

Kontak Saya
Scan Disini Untuk Mendapatkan Kontak Saya

Translate

Pengikut

Popular Posts