#footer-column-divide {clear:both;}.footer-column {padding: 10px;}

Minggu, 19 Februari 2017

PENANTIAN WILLY

Cuma tuhan dan gebetan yang tau sampai kapan kita selalu menunggu.
Walaupun sudah menghabiskan waktu yang cukup lama untuk menunggu seorang gebetan agar menerima cinta kita, tapi kalau gebetan bilang “cinta itu butuh proses” kita mungkin butuh umur kurang lebih 120 tahun sampai gebetan menerima cinta kita. 
Mungkin kalau gebetan kalian memberikan respon negatif kalian sudah tau hasilnya, tapi bagaimana kalau respon yang dia berikan adalah positif ?, tapi setelah ditunggu beberapa lama dia malah gak yakin dengan kita dan jadian dengan orang lain.
Secara umum, dalam psikologi seorang cowok dalam kasus seperti ini adalah “akan terus berjuang, karena takut menyesal dikemudian hari karena tidak berjuang secara maksimal.” 
Bimbang antara berjuang atau di buang.
Banyak yang bilang kalau “semua cowok sama aja, selalu nyakitin.” Padahal enggak juga. Yang membuat cowok terlihat lebih banyak salah adalah karena “cewek lebih banyak ngomong kalau di sakiti, sedang kan cowok berbeda. “
Dalam kasus ini cowok menjadi korban perasaannya, perasaan yang tak berujung. 
“Wil , tadi gue ketemu Vivi tuh di kampus.” Teriak Iwan dari balik kamar mandi.
“Trus.” Jawab Willy santai sembari membuka playlist music di handphonenya. Beberapa detik berlalu willy masih memilih lagu yang dirasa cocok untuk memperbaiki moodnya pagi ini.
“Dia cariin elu katanya.” Terdengar suara air berjatuhan ke lantai.
“Oh…. Oke Wan. Makasih infonya.”
“Eh Wil, lu yakin gak mau baikin hubungan dengan Vivi.” Suara Iwan terdengar tidak jelas karena dia berbicara sambil sikat gigi.
“Baikin gimana Wan… dari dulu kami begini-begini aja.” Diringi lagunya metalica versi dangdut yang baru didownloadnya tadi malam dengan wifi kampus.
“Maksud gue kalian kan sama sama………………………..”
“Gue berangkat duluan !!” terdengar suara pintu terbuka, lalu ditutup kembali. Terdengar seperti pintu yang dibanting. Nampaknya Willy sedang buru-buru pagi ini.
“Yah ,, gue belum selesai ngomong Wil.” Iwan melanjutkan mandinya yang sempat tertunda karena ngobrol dengan Willy.
Sesampainya dikampus Willy langsung bergegas kekantin. Bukan hanya untuk mengisi perut yang sudah teriak tidak jelas, tapi Willy sudah janjian dengan Icha. Adik tingkat Willy dari jurusan sebelah.
Pagi ini seperti biasanya willy membaca beberapa komik didalam tasnya yang belum habis dibacanya. Anime jepang manis menjadi komik favoritnya. 
Walaupun jomblo Willy bukan orang yang gampang galau dan merasa kesepian. Willy adalah tipe orang yang gampang mencari kesibukan dan aktifitas untuk mengisi waktu luang. Selain kreatif Willy juga punya banyak hobby yang bisa dilakukannya untuk mengisi waktu kosong.
Willy bukanlah seorang cowok jelek dengan kumis nyambung ke ketek, yang selalu ditolak di awal PDKT dengan cewek. Tapi willy semacam dapat kutukan untuk selalu suka dengan pacar orang. Atau bisa dibilang “selalu suka dengan cewek yang sudah punya pacar.”
Bahkan minggu lalu Willy berkenalan dengan seorang cewek bernama Lia. Beberapa hari berkenalan dengan Lia membuat Willy merasa nyaman dan ingin mengajak Lia makan malam. Tapi beberapa hari sebelum mereka pergi makan malam, Lia sudah punya pacar. Boom !!
Minimal Willy pernah naksir dengan cewek yang masih jomblo, walaupun pada akhirnya diambil orang juga.
“Hey Cha, sudah lama nunggu ?” Tanya Willy sedikit grogi.
Ini adalah pertama kali mereka bertemu langsung, icha adalah gebetan terbaru Willy, dan masih jomblo. Sudah beberapa hari ini mereka dekat dan sering waatsapan.
“Enggak kok Wil baru juga beberapa menit.“ Icha juga sedikit grogi dengan pertemuan pertama mereka. Icha terlihat selalu merapikan rambut pirangnya. Sesekali juga membetulkan poninya yang terlihat terlalu panjang dan hampir menutupi seluruh dahi. Entah mengapa icha memilih tempat yang paling pojok, deretan belakang kantin kampus dekat jendela yang sudah berdebu. Mungkin icha berfikir tempat yang sepi memang enak untuk ngobrol.  
Ada beberapa orang yang sedang focus menikmati santapan makan siang, namun ada beberapa orang juga yang sekedar merokok dan minum kopi sembari mengobrol dengan temannya. 
“Hehe, iya. Lebih lama nunggu dia putus sama pacarnya, berbulan bulan.”
Willy terdiam dengan wajah datar. Wajahnya seolah berbica “HEY WIL WHAT YOU SAY.”
Icha terlihat bingung dan sedikit menggaruk kepala bagian belakang yang tidak terlalu gatal. Ada pertanyaan besar diwajah icha. Tapi icha masih berusaha tenang. 
Setelah lama berbincang Willy berhasil mencairkan suasana dan semua berjalan lancar. Selancar jalan tol di hari libur nasional. Kayanya malah tambah macet deh. Minimal Willy tidak keceplosan soal Vivi.
Berbicara soal Vivi, Willy dan Vivi pernah dekat 7 bulan yang lalu, sangat dekat seperti anak kembar. Tapi tidak kembar. Oke lanjut.
Banyak yang tau mereka saling suka, banyak yang percaya kalo mereka jodoh .
Ya minimal  mereka adalah pasangan yang ideal untuk jadi bahan percontohan bagi mahasiswa yang lain. Tapi dari sekian banyak opini soal mereka berdua, faktanya adalah mereka tidak pernah jadian.
Jadi sekarang banyak yang mengira bahwa mereka berdua putus. Dan banyak pula yang kecewa dengan hubungan mereka. Entah mengapa mereka berdua sempat menjadi pasangan terfavorit di kampus. Dari cara mereka mejalani hubungan, cara mereka memberikan perhatian, dan cara mereka membobol ATM semua menjadi contoh untuk mahasiswa yang lain. Bahkan dosen.
Sudah sebulan ini Willy berburu adik adik tingkat dengan alasan “regenerasi aja, teman angkatan kita kan sudah pada lulus.” Banyak yang beranggapan kalau Willy Cuma menghilangkan rasa sepi dan menutupi kesedihannya karena baru putus dengan Vivi.
“Vivi…. “ sahut Iwan dari balik jedela.
Vivi terlihat bingung. Iwan memberikan kode ingin berbicara diluar.
“Hey Wan, kenapa ?“
“Kenapa apa Vi ?“ Tanya Iwan balik.
“Kenapa muka mu makin jelek ?”
“-_- …..“
“Kenapa kamu manggil aku Wan !!” Vivi kesel setengah mati.
“Oh iya Vi.“ Iwan baru ingat tujuannya memanggil Vivi di perpus “Jadi gini vi……”

Keesokan harinya, tepat malam minggu. Willy bersiap siap dinner dengan Icha di sebuah restoran bintang lima. Biasa di sebut angkringan. Kalau di Tanya kenapa ngajak cewek dinner di angkringan jawab Willy adalah “kesederhanaan menggambarkan kesetiaan.” Lalu temannya yang lain berkata “tapi angkringan menggambarkan kemiskinan Wil.” Lalu mereka saling pukul.
Sesampainya disana Willy mencoba mengubungi Icha karena dari tadi Willy Cuma melihat sate telor dan ceker ayam juga abang yang jaga angkringan. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Icha.
Willy mulai memikirkan banyak hal. Bukan mengkhawatirkan Icha tapi …. “duh utang ku belum bayar, belum bayar kos, listik, paket internet, belum sempat ngerampok bank juga.”
Beberapa menit Willy menunggu, terlihat bayangan dari arah kanan yang mencoba mendekat. Willy mengarahkan pandangangannya kearah bayangan.

“VIVI ….. KAMU ….APA YANG KAMU LAKUKAN DISINI ?”
Maaf lebay. Kita ulang.
“Vivi … kamu.?” Willy bingung harus ngomong apa ke Vivi.
“Kamu ngapain disini Wil, kok sendirian.” Vivi duduk dekat Willy dikursi panjang yang terbuat dari kayu.
“Kamu juga kok sendirian, pacar mu mana?” Willy balik bertanya lalu Willy memasukan androidnya kekantung celana. Mungkin willy ingin lebih focus bicara empat mata dengan Vivi.
“Pacar aku lagi pulang kampong” Vivi menoleh kearah willy  “ada acara keluarga.” Lanjut vivi.  Vivi sadar kalau dari tadi Willy tidak mau melihat mata vivi.   
“Aku disini janjian sama Icha, ade tingkat.” Jawab Willy datar. Pandangannya mengarah ke depan, bukan arah vivi. 
“Kamu ngajak cewek makan disini,? ya gak mau lah Wil.” Vivi menutup mulutnya dengan komik yang dia genggam dari tadi.
Begitu laah vivid an willy, punya banyak kesamaan , sama sama penggemar komik.
“lah emang kenapa Vi ?,,, tempatnya bagus kok.”
“Cari tempat yang romantic dong, ini bukti nya, si siapa tadi ,,, dia gak datang”
“Si icha,,, anak semester 3 dari jurusan arsitek Vi.”
“Loh itu kan sepupunya Iwan, aku kesini karena janjian sama Iwan Wil.“ vivi memutar badannya ke arah willy, di ikutin wajah dengan ekpresi kaget campur sakit perut. 
“Tunggu- tunggu, kayanya kita dijebak deh.”
Vivi diam sejenak untuk menerjemahkan maksud kalimat willy.
Vivi merasa sedikit bingung dengan kalimat barusan, tapi lama-lama Vivi sadar  kalau dia dijebak Iwan.
“Kampret emang si Iwan.”
“Sudah biarin aja,… eh Wil. Disini kan pertama kali kita ketemu dulu Wil. 7 bulan yang lalu.” Vivi memang pundak Willy.
“Iya vi.” Jawab willy santai.
“Kayanya tempat ini berkesan banget buat kamu.”
“Iya Vi.”
“Wil kenapa sih, kamu marah sama aku.” Vivi sedikit teriak.
“Cuma kecewa  aja.” Willy melepas tangan vivi dari pundaknya.
“Kecewa…?” Tanya vivi dengan ekspresi aneh. Tapi tetap cantik.
“Iya lah, kita dekat 7 bulan. Tapi kamu jadian sama orang lain”
“Siapa suruh kamu menghilang, kamu itu yang gak ngasih kabar sama sekali.” 
“Ya aku Cuma ngerasa perjuangan aku 7 bulan ini gak ada artinya Vi.”
“Semuakan butuh proses Wil “
“Aku baru ngilang 2 bulan kamu sudha jadian sama orang lain, trus aku nungguin kamu terima aku selama 7bulan kurang lama gitu ? “
“Itu kakak tingkat aku dari semester 3 Wil, dia sudah lama suka sama aku. Yang pasti lebih dari 7 Bulan. Dia gak nyerah Wil.”
Vivi mengusapkan air matanya, pipinya basah, matanya memerah. “Aku sudah nyaman sama kamu,” Vivi melanjutkan kalimatnya ”Tapi kamu malah menghilang gak ada kabar. Kamu harusnya tau perasaan ku.!!”
Willy Cuma bisa terdiam, sekarang willy sadar kalau yang dilakukannya adalah kesalahan dari sebuah penantian panjang.
“Vi… “ willy menggenggam tangan Vivi , lalu mengusap air matanya dan di akhiri dengan pelukan. “kita bisa mulai dari awal lagi kan?”
“Dari awal ?”
“Iya, waktu pertama aku ketemu, kamu kan juga punya pacar. Tapi aku tungguin sampai kamu putus,” Vivi makin mengis kencang dalam pelukan Willy.
Semua orang tau kalau penantian Willy belum berakhir, tapi harapan selalu tumbuh dari awal kisah yang baru. Sama seperti 7 bulan yang lalau, lembaran baru telah dimulai.
Karena yang terpenting dari resmi jadian adalah mencintai orang yang tepat walaupun di waktu yang salah. Waktu masih jadi pacar orang misalnya.   



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages

Total Tayangan Halaman

Kontak Saya

Kontak Saya
Scan Disini Untuk Mendapatkan Kontak Saya

Translate

Pengikut

Popular Posts